Asap Kebakaran Hentikan Aktivitas Belajar di Sekolah Samarinda

Sedikitnya 27 sekolah di Samarinda menerapkan sistem belajar daring.

Diterbitkan 15 Oktober 2026, 16:05 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan membuat pelajar di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda Eko Suprayetno mengungkapkan, sedikitnya 27 sekolah di daerah itu telah menerapkan sistem belajar daring, dengan wilayah Palaran dan Sambutan menjadi kawasan terbanyak yang menerapkan PJJ.

"Kebijakan PJJ ini bersifat sementara dan situasional. Keputusan teknis di lapangan akan disesuaikan secara dinamik berdasarkan perkembangan cuaca serta hasil pemantauan lintas sektor secara berkala," kata dia. Dikutip Antara, Kamis (15/10/2026).

Dia menjelaskan kualitas udara di Samarinda dalam beberapa hari terakhir terpantau berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Kabut asap juga menurunkan jarak pandang secara drastis di berbagai sudut kota.

Sebagai bentuk mitigasi cepat, sejumlah sekolah, seperti SMA Negeri 3 Samarinda, telah merumahkan siswanya sejak 15 hingga 16 Oktober 2026.

Secara terpisah Plt Kepala Disdikbud Kalimantan Timur (Kaltim) Armin menegaskan langkah PJJ ini diambil sebagai langkah darurat demi melindungi keselamatan dan kesehatan warga sekolah dari paparan kabut asap karhutla.

Kebijakan untuk jenjang SMA/SMK/SLB tersebut diperkuat oleh Surat Edaran (SE) Plt. Kepala Disdikbud Provinsi Kaltim Nomor 100.3.4/2461/Disdikbud.1a/SRK/2026 tertanggal 14 Oktober 2026 yang menjadwalkan pelaksanaan PJJ tahap III selama tiga hari mulai 15 hingga 17 Oktober 2026.

Meskipun dialihkan ke rumah secara daring, Armin meminta para guru untuk tetap memastikan hak belajar siswa terpenuhi dengan memantau kehadiran siswa secara digital dan memanfaatkan metode evaluasi berkala yang kreatif serta berbasis digital (paperless) agar tidak membebani murid.

Sementara itu Eko Suprayetno menegaskan durasi PJJ sangat bergantung pada kondisi lingkungan sekitar sekolah. Pihaknya terus berkoordinasi dengan BPBD, BMKG dan Dinas Kesehatan untuk memantau pergerakan titik api baru, termasuk yang muncul di Kutai Kartanegara dan kawasan Bukit Soeharto.

“Kalau hujan segera turun dan pembakaran lahan berhenti, kualitas udara kita akan lebih cepat membaik,” beber Eko.

Ia menambahkan sekolah di luar Palaran dan Sambutan juga diizinkan menerapkan PJJ tanpa harus menunggu surat edaran baru, asalkan memiliki data penunjang dan mengantongi rekomendasi dari puskesmas setempat. Sekolah kemudian wajib melaporkan kondisi tersebut ke Disdikbud untuk monitoring.

Hingga Oktober 2026, kebijakan PJJ akibat dampak kabut asap karhutla telah dilaksanakan secara masif di beberapa kota/kabupaten di Kaltim.

Berikut daftar wilayah di Kaltim yang tercatat resmi menerapkan PJJ sepanjang Oktober 2026:

1. Kota Samarinda: Disdikbud Kota Samarinda menetapkan PJJ tahap III secara serentak mulai 15 hingga 17 Oktober 2026 bagi jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP. Sebelumnya, Samarinda juga sempat menerapkan PJJ parsial di Kecamatan Sambutan dan Kecamatan Palaran.

2. Kota Balikpapan: Pemerintah Kota Balikpapan memberlakukan PJJ total selama tiga hari mulai 14 hingga 16 Oktober 2026 untuk jenjang SD dan SMP setelah Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) masuk kategori tidak sehat.

3. Kabupaten Kutai Timur: Dinas Pendidikan Kutai Timur menghentikan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka dan menerapkan kembali PJJ daring mulai Selasa, 13 Oktober 2026, hingga batas waktu yang belum ditentukan.

4. Kabupaten Kutai Kartanegara: Menerapkan PJJ dengan sistem berbasis kecamatan (parsial), salah satunya di wilayah yang cukup pekat seperti Tenggarong.

5. Wilayah lainnya (sejak akhir September - awal Oktober): Kabupaten Berau, Kabupaten Mahakam Ulu, Kabupaten Kutai Barat, serta Kecamatan Long Ikis di Kabupaten Paser juga sudah sempat mengaktifkan sistem belajar dari rumah menyesuaikan tingkat kepekatan asap di wilayah masing-masing.