Jelang Ramadhan, Napi Rutan Kotabumi Turun Tangan Perbaiki Masjid yang Tersapu Puting Beliung

Menjelang Ramadahan, angin puting beliung datang merusak sebuah masjid di Kecamatan Kotabumi Utara, Lampung.

Diterbitkan 18 Februari 2026, 00:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Lampung - Suasana berbeda terlihat di salah satu masjid di Kecamatan Kotabumi Utara, Lampung Utara, Selasa (17/2/2026). Sejumlah petugas bersama warga binaan dari Rumah Tahanan Negara Kotabumi bergotong royong membersihkan area rumah ibadah yang terdampak bencana.

Kegiatan kerja bakti tersebut dipusatkan di lingkungan masjid setempat yang sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat bencana angin puting beliung.

Sejak pagi, para petugas dan warga binaan tampak bahu-membahu menyapu halaman, mengangkat sampah, membersihkan saluran air, hingga merapikan tempat wudhu dan ruang utama salat.

Tak hanya bersih-bersih, mereka juga melakukan perbaikan instalasi listrik dan mengganti lampu-lampu yang rusak. Upaya itu dilakukan agar aktivitas ibadah masyarakat dapat kembali berjalan aman dan nyaman, apalagi menjelang Ramadhan.

Kepala Rutan Kotabumi, Marthe Butar Butar mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian sosial sekaligus bagian dari program pembinaan warga binaan pemasyarakatan.

“Pelibatan warga binaan diharapkan dapat menumbuhkan rasa empati, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakat,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).

Menurut dia, pembinaan tidak hanya dilakukan di dalam rutan, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang memberikan pengalaman nyata kepada warga binaan untuk berkontribusi positif bagi masyarakat.

Apresiasi datang dari pemerintah setempat. Kepala desa bersama Camat Kotabumi Utara menyampaikan terima kasih kepada jajaran Rutan Kotabumi atas kontribusi dan kepedulian yang diberikan dalam membantu pemulihan wilayah terdampak bencana.

Mereka menilai sinergi antara aparat pemasyarakatan dan pemerintah daerah menjadi energi positif dalam mempercepat proses pemulihan lingkungan serta membangkitkan semangat warga.

"Kegiatan kami ditutup dengan makan bersama antara jajaran Rutan Kotabumi dan masyarakat sekitar," tutur Marthen.

Suasana keakraban terasa saat petugas, warga binaan, dan warga duduk bersisian menikmati hidangan sederhana.

Sebagai bentuk perhatian kepada anak-anak yang terdampak, panitia juga membagikan jajanan untuk menambah semangat mereka setelah melalui masa sulit akibat bencana.

Melalui kegiatan tersebut, Marthen menegaskan bahwa Rutan Kota Bumi, beromitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat.

"Kegiatan ini diharapkan tidak hanya membina warga binaan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi warga yang terdampak bencana," tandasnya.

 

Angin Puting Beliung

Sebelumnya diberitakan, hujan deras disertai angin puting beliung menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Lampung Utara, Sabtu (14/2/2026) sore hingga sekitar pukul 21.00 WIB. Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan pohon tumbang, banjir, serta kerusakan fasilitas umum dan rumah warga.

Kapolres Lampung Utara, AKBP Deddy Kurniawan membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan hujan lebat dan angin kencang mengakibatkan pohon tumbang di sejumlah titik, tiang listrik roboh, kabel putus, hingga atap rumah warga beterbangan

"Untuk korban jiwa nihil. Banjir sempat meluap di jalan lintas, namun hanya berlangsung beberapa jam dan berangsur surut,” kata Deddy, Minggu (15/2/2026).

Salah satu fasilitas umum yang terdampak yakni RSUD HM Ryacudu. Bagian atap rumah sakit dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang. Selain itu, papan reklame di sekitar Kotabumi juga roboh.

Deddy mengatakan, di Dusun 1, Desa Banjar Wanggi, Kecamatan Kotabumi Utara, pohon sengon tumbang menimpa kabel listrik dan melintang di badan jalan.

"Petugas bersama warga dan pihak PLN melakukan pemadaman sementara guna proses evakuasi dan pembersihan material pohon. Akses jalan kini telah dapat dilalui kendaraan," jelas dia.

Selain itu, pohon alpukat dan kapuk dilaporkan menimpa rumah warga. Sedikitnya 15 rumah mengalami kerusakan, mayoritas pada bagian atap genteng dan rangka baja ringan yang terbang terbawa angin.

"Sejumlah warga terdampak antara lain Samsul Bahri (50) dan Sapturi (35) yang rumahnya tertimpa pohon, serta belasan warga lain yang mengalami kerusakan pada bagian atap rumah. Hingga Sabtu malam, wilayah Dusun 1 Banjar Wanggi masih diguyur hujan dan sempat mengalami pemadaman listrik," sebutnya.

Kerusakan juga terjadi di sejumlah titik lain seperti Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Punai Kotabumi Selatan, serta wilayah Tanjung Iman, Kecamatan Blambangan Pagar.

Pohon tumbang menimpa jaringan listrik di jalur utama sehingga memicu pemadaman di beberapa wilayah.Hujan deras juga menyebabkan luapan sungai yang membanjiri ruas Jalan Lintas Sumatera di wilayah Abung Selatan. Anggota Polsek Abung Selatan diterjunkan untuk mengatur arus lalu lintas dan mengimbau pengendara menghindari jalur rawan banjir.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Lampung Utara, Herwan menyebutkan, wilayah terdampak meliputi Kecamatan Blambangan Pagar, Abung Selatan, Kotabumi Selatan, dan Kotabumi Kota.

“Banyak rumah warga yang atap baja ringannya rusak akibat angin kencang. Pohon tumbang juga menutup jalan lintas, sementara banjir terjadi akibat sungai meluap,” ujarnya.

BPBD bersama kepolisian, TNI, PLN, dan pemerintah desa bergerak cepat melakukan pendataan serta pembersihan pohon tumbang menggunakan gergaji mesin. Petugas juga bersiaga di lokasi guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem susulan.

"Kami mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat dan angin kencang mengingat intensitas hujan masih tinggi di Lampung Utara," tandas Herwan.