Sukses

Truk Pengangkut Bear Brand Kecelakaan di Indramayu, Nestlé Indonesia: Itu Susu Segar dan Siap Jual

Usai viralnya kecelakaan truk pengangkut susu beruang di jalur pantura Indramayu yang ramai dipunguti warga, pihak Nestlé angkat bicara mengenai kualitas dan masa kedaluwarsa susu beruang tersebut.

Liputan6.com, Indramayu - Nestle Indonesia memberikan klarifikasinya mengenai pernyataan perusahaan ekspedisi pengangkut susu beruang yang truknya mengalami kecelakaan di Jalan Raya Langut, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu. Yakni, pernyataan mengenai susu bear brand yang berserakan dan dipungut warga usai kecelakaan merupakan barang reject atau barang yang sudah rusak.

Coorporate Affair Director, Nestlé Indonesia, Sufintri Rahayu mengatakan, truk pengangkut susu beruang memang mengalami kecelakaan di jalur Pantura Desa Langut, Indramayu. Namun, susu-susu beruang yang diangkutnya itu masih dalam kondisi baik dengan masa kedaluwarsa yang masih lama dan akan dikirim ke Jakarta.

"Bahwasanya perwakilan perusahaan yang disebutkan atas nama Dasim tidaklah benar, termasuk pernyataan yang dikeluarkan oleh Dasim bukan pernyataan resmi perusahaan. Produk susu BEAR BRAND yang dibawa oleh kendaraan yang mengalami kecelakaan adalah produk susu segar siap jual dengan masa kedaluwarsa November 2024," tegas Sufintri kepada Liputan6.com, Sabtu (26/8/2023).

Sufintri menambahkan pihak NestléIndonesia turut prihatin dan bersimpati atas terjadinya kecelakaan lalu lintas yang dialami oleh pengemudi kendaraan Tracktor Head Hino berisikan produk susu BEAR BRAND itu. Pihaknya tengah melakukan pemeriksaan dan berkoordinasi baik secara internal maupun dengan mitra pengangkut dan pihak lain yang berkepentingan untuk menangani kasus ini dengan baik.

"Kami ingin menegaskan bahwa kami selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan pada kegiatan operasional kami," Sufintri mengatakan.

"Kami berkomitmen untuk senantiasa mendukung kesehatan dan keafiatan setiap orang, melalui produk yang kamihasilkan, dengan menjadikan kualitas, keamanan dan integritas produk Nestlé sebagai prioritas utama," dia menambahkan.

Menurut Sufintri, Nestlé menjadikan kualitas dan keamanan produk-produk sebagai prioritas perusahaan. Selain memastikan seluruh produk Nestlé diproduksi dengan memenuhi pedoman Cara Produksi Pangan yang Baik (CPPB), Nestlé juga mengimbau para konsumen untuk senantiasa bijak dalam membeli produk, termasuk memperhatikan tanggal kedaluwarsa serta membeli produk-produk Nestlé hanya dari toko dan outlet tepercaya.

"Kami percaya, konsumen pun bertanggung jawab untuk menggunakan dan mengonsumsi produk kami sesuai dengan petunjuk yang disediakan," dia menandaskan.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.