Sukses

Makkah Diserbu Ribuan Belalang, Fenomena Apa?

Liputan6.com, Bandung - Baru-baru ini beredar sebuah video viral yang memperlihatkan banyaknya kumpulan belalang di lingkungan Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi. Adapun juga kumpulan belalang ditemukan pula di Masjidil Haram, Makkah.

Fenomena tersebut tentunya menjadi salah satu peristiwa yang akan dilihat oleh para jemaah calon haji tahun ini. Bahkan para petugas kebersihan pun juga mempunyai tugas tambahan dalam membersihkan bangkai belalang yang berserakan di halaman Masjid.

Otoritas pengelola di Masjid Nabawi pun juga mengatakan jika pihaknya akan menugaskan para petugas pembersih dan juga menggunakan alat-alat pembersih elektrik guna mengumpulkan serangga.

Pencahayaan di area Masjid Nabawi pun akan dikurangi agar belalang tidak memenuhi halaman. Serta payung di masjid pun akan terus dibuka setiap saat sekaligus pada waktu malam hari.

"Kami menugaskan 1.000 petugas pembersih dan 600 lebih alat pembersih elektrik dan manual khusus untuk mengumpulkan serangga," ujarnya.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini

2 dari 2 halaman

Bukan Kejadian Pertama

Banyaknya kumpulan belalang di daerah Makkah sendiri bukan terjadi pertama kali saja namun juga sering terjadi antara Januari hingga Juni. Hal tersebut adalah gelombang serangan belalang selama pergantian musim dingin ke musim panas.

Seperti diketahui pada 2019 lalu di area Masjidil Haram pernah mengalami banyak sekali kerumunan belalang yang bisa mencapai ribuan. Saat itu bahkan fenomenanya pun viral dan dibahas di media sosial.

Tim pekerja sanitasi pun secara khusus bekerja untuk menangani fenomena tersebut terutama untuk membersihkan bangkai belalang. Adapun fenomena wabah belalang ini pun sudah sempat diperingati sejak Februari lalu.

Pasalnya hujan lebat serta topan yang terjadi mendorong adanya perkembang biakan belalang yang semakin banyak. Sehingga tidak mengherankan pada pergantian musim tersebut para belalang mulai memenuhi beberapa daerah tertentu.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini