Sukses

Jalan Utama Ditutup, Jembatan Sasak Buatan Warga Jadi Alternatif

Liputan6.com, Sukoharjo Beberapa hari jelang ditutupnya akses jalan di Jembatan Mojo, lantaran renovasi, sebagian masyarakat mulai kreatif  membuat jalan-jalan alternatif. Seperti yang dilakukan oleh warga Desa Gadingan, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo yang membuat jembatan darurat dari sasak atau bambu.

Jembatan bambu atau lebih dikenal sebagai jembatan sasak tersebut memang dibangun masyarakat sebagai jalur alternatif karena adanya penutupan Jembatan Mojo yang sedang diperbaiki.

Dibangun sementara di atas Sungai Bengawan Solo yang berada di Desa Gadingan tersebut dipakai sebagai jalur alternatif masyarakat dari Mojolaban menuju Surakarta.

Melihat fenomena tersebut, Kepolisian Sukoharjo melalui Polsek Mojolaban mendatangi warga dan memberikan imbauan dalam menggunakan akses tersebut, terlebih jembatan sasak itu dibuat di atas Sungai Bengawan Solo.

Kapolsek Mojolaban, AKKP Tarto mengatakan pihaknya bersama Forkopimcam melakukan pengecekan jembatan sasak tersebut.

"Sebenarnya jembatan sasak ini tidak direkomendasikan untuk digunakan, karena dari segi keselamatannya yang sangat minim," AKP Tarto mengatakan saat ditemui ketika meninjau jembatan sasak, Sukoharjo, Kamis (22/9/2022).

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 2 halaman

Rekayasa Lalu Lintas

Kapolsek menjelaskan jembatan sasak tersebut tidak direkomendasikan digunakan. Namun, hal itu bisa menjadi salah satu alternatif dari penutupan Jembatan Mojo. Dirinya meminta kepada semua pengguna jembatan sasak untuk lebih berhati-hati apabila melintasi jembatan darurat itu.

"Dalam kondisi darurat jembatan sasak ini masih dimaklumi, asalkan harus tetap diimbangi dengan sarana prasarana yang memadai dalam meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan," kata dia sembari mengimbau kepada masyarakat yang hadir.

Tak hanya itu, Kapolsek beharap kepada pengelola jembatan sasak untuk menghentikan penggunaan jembatan itu ketika debit air di Sungai Bengawan Solo naik, dan membatasi kendaraan yang akan melintas di jembatan sasak.

"Pengelola juga harus menyediakan peralatan penyelamatan seperti pelampung dan tambang. Dan jika ada hal-hal yang tidak diinginkan supaya segera melapor ke Polsek ataupun Koramil Mojolaban," ujar dia.

Untuk diketahui Jembatan Mojo yang menjadi jalan penghubung utama antara Kota Solo, dan Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sragen, dan sebagian Kabupaten Sukoharjo itu akan ditutup dari 26 September-30 November 2022 karena sedang ada perbaikan.

Untuk meghindari jalur penutupan tersebut, Polres Sukoharjo juga merilis rekayasa lalu lintas, di mana kendaraan dari arah Sukoharjo atau Karanganyar yang akan menuju ke Solo, bisa melewati Simpang Pasar Nongko (Pasar Bekonang ke Selatan). Dari sana, kendaraan bisa menuju ke wilayah Telukan (melalui Jalan Ciu) yang kemudian menyeberangi Jembatan Bacem.

Sementara itu, kendaraan yang berjalan dari arah Solo dan hendak ke Sukoharjo atau Karanganyar, bisa melintas melalui Jalan Ciu menuju ke wilayah Bekonang.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.