Sukses

Sambut Pagi dengan Aroma Bunga Bangkai yang Mulai Bermekaran di Sumut

Liputan6.com, Medan - Aroma bunga bangkai yang mulai bermekaran di sejumlah daerah di Sumatera Utara menyambut pagi yang baru di 2020. Bunga-bunga bangkai yang mulai mekar berada di Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Langkat.

Di Deli Serdang, bunga bangkai langka dengan nama latin Amorphophallus titaniummulai mekar di Desa Tambunan, Kecamatan Sibolangit. Bunga bangkai ini tumbuh di sekitar lahan perkebunan milik salah seorang warga.

Seorang warga bernama Yudha Pohan mengatakan, bunga bangkai itu ditemukan pertama kali oleh pemilik lahan bernama Arif Liasta Ginting. Penemuan bunga bangkai langka itu terjadi saat pemuda berusia 54 tahun itu hendak membersihkan lahan kebunnya.

"Dia kaget melihat bunga bangkai tumbuh di lahannya. Perkiraan kami, bunga bangkai sudah sekitar empat hari mekar," kata Yudha kepada Liputan6.com, Minggu (5/1/2020).

Bunga bangkai dapat dilihat tumbuh secara sempurna dalam kurun waktu kurang dari satu minggu. Saat ini, bunga bangkai yang tumbuh di Desa Tambunan berukuran setinggi sekitar 1,4 meter. Pemilik lahan memperbolehkan masyarakat yang ingin melihat.

"Demi perawatan serta menjaga lingkungan sekitar, pelajar dikutip Rp10 ribu dan umum Rp15 ribu," ucap Yudha.

Bunga bangkai jenis Amorphophallus titaniumsaat ini berstatus terancam punah. Tanaman ini suku talas-talasan endemik Pulau Sumatera. Dikenal sebagaib tumbuhan dengan bunga majemuk terbesar di dunia, tanaman ini dapat menghasilkan bunga dengan ketinggian sekitar 4 meter.

Berbeda dengan di Deli Serdang, bunga bangkai juga tumbuh di Kabupaten Langkat, tepatnya di kawasan objek wisata Sungai Landak, Kecamatan Bahorok. Untuk melihat flora langka ini, pengunjung akan dipandu ranger menuju lokasi dengan berjalan kaki sekitar kurang dari setengah jam memasuki hutan berbukit dan melintasi sungai kecil.

Seorang ranger bernama Irwansyah Surbakti mengatakan, bunga bangkai tidak selalu ada setiap hari. Buka langka tumbuh pada waktu tertentu dan akan lebih cepat pertumbuhanya pada saat musim hujan.

Dituturkan Irwansyah, untuk dapat mengetahui keberadaan bunga raksasa ini biasanya dilakukan pengecekan rutin terlebih dahulu. Hal ini untuk memastikan keberadaan serta mengetahui lokasi tumbuhnya bunga bangkai.

"Setelahnya informasi keberadaan bunga tersebut akan dipublikasikan melalui website ataupun media sosial," tuturnya.

Setelah dipastikan adanya keberadaan bunga bangkai, pengunjung yang hendak melihat dapat mempersiapkan rencana perjalan dengan baik, agar dapat menikmati atraksi wisata sesuai yang diinginkan.

"Biasanya pengunjung sejak jauh hari memberitahu keinginannya untuk melihat bunga bangkai. Lalu kami memastikan, dan menginformasikan lokasi keberadaan bunga bangkai," ungkapnya.

Bentuknya yang unik serta ukurannya yang besar, ditambah keberadaannya yang sangat langka, menjadikan tanaman ini memiliki daya tarik tersendiri sebagai atraksi wisata untuk dinikmati pengunjung. Padahal, tanaman ini memiliki aroma yang tidak sehingga disebut bunga bangkai secara umum.

2 dari 2 halaman

Simak juga video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
AMDI Minta P2TP2A Dampingi Remaja Korban Pemerkosaan di Toba Samosir
Artikel Selanjutnya
Istri Hakim PN Medan Janjikan Berangkatkan Umrah Eksekutor Pembunuhan