Sukses

Rektor UMM Sebut Muhadjir Effendy 'Paket Lengkap' untuk Posisi Menko PMK

Liputan6.com, Malang - Muhadjir Effendy terpilih masuk dalam Kabinet Indonesia Maju. Ia dipercaya Presiden Joko Widodo untuk menempati posisi Menteri Koordinator Pengembangan Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu pada periode sebelumnya menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Pergeseran posisi ini diyakini tidak akan jadi kendala besar bagi Muhadjir Effendy. Bahkan, memudahkan sinergi dengan kementerian lainnya.

"Pak Muhadjir adalah sosok yang tepat dan punya pengalaman untuk mengisi posisi Menko PMK," kata Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Fauzan, Rabu, 23 Oktober 2019.

Menurutnya, Muhadjir memiliki berbagai pengalaman lapangan, serta visi yang sama dengan presiden Jokowi untuk mengembangkan sumber daya manusia. Ke depan, Menko PMK harus mampu mendorong regulasi pendidikan yang debirokratisasi.

Serta pemerataan akses pendidikan baik itu institusi maupun sumber daya manusianya. Sekaligus mendorong sistem zonasi di dunia pendidikan tetap berlanjut. Di posisi yang baru ini, dia bisa mengoordinasikan lintas kementerian.

"Menyinergikan semua kementerian di bawahnya, karena kebijakan tak bisa dikerjakan parsial. Butuh fleksibilitas dan kerja bareng," ucap Fauzan.

Dia mengatakan, untuk kebijakan yang lalu sangat bisa diteruskan, pelaksanaan zonasi ini  masih awal dan belum selesai. Belum menemukan pakemnya, dan masih dalam proses mencari. Kalau itu berjalan maka sesuai akan luar biasa karena pada hakikatnya gerakan pendidikan kita tak boleh ada elitisasi, sekarang kan yang dikembangkan pendidikan milik bersama.

'Tiada hari tanpa inovasi, begitu yang saya kenal dari pak Muhadjir," kata Fauzan.

Muhadjir Effendy adalah Rektor Universitas Muhammadiyah Malang tiga periode yakni sejak 2000 sampai 2016. Ia juga tercatat sebagai Guru Besar Sosiologi, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan di Universitas Negeri Malang.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Menko PMK: 188 WNI Kru Kapal World Dream Dijemput KRI Soeharso 26 Februari
Artikel Selanjutnya
Pernikahan Kaya dan Miskin, Sandiaga: Saya Percaya Jodoh Tak Pernah Tertukar