Sukses

Paman Bejat Cabuli Keponakan yang Masih SMP, Videonya Disebar ke Medsos

Solopos.com - Paman bejat berinisial IS (33), warga Grogol, Sukoharjo, tega mencabuli keponakannya sendiri yang baru berusia 14 tahun.

Remaja SMP  itu menjadi korban perbuatan bejat pamannya seusai dijemput pulang dari sekolah pada Mei lalu. Tak hanya itu, sang paman bahkan merekam lalu menyebarkan video aksi pencabulan ke media sosial (medsos).

Kejadian bermula ketika IS dimintai tolong orangtua korban untuk mengantar jemput korban. IS yang seorang bujangan pengangguran itu pun langsung menerima tawaran tersebut.

Antar jemput ini telah berlangsung sekitar setengah tahun dan tidak pernah ada masalah. Hingga pada Mei lalu, sekitar pukul 12.30 WIB, korban dijemput IS di sekolah seperti biasanya. Tidak ada kecurigaan dari korban saat itu.

Namun dalam perjalanan pulang, tiba-tiba IS mengajak korban ke pinggir Dam Lawu, Telukan, Grogol, Sukoharjo. Di sini lah muncul niat jahat IS untuk mencabuli keponakannya sendiri.

Korban tak berdaya hingga akhirnya menjadi dicabuli sang paman. "Tersangka ini IS mengaku dalam pengaruh minuman keras dan mengajak korban ke pinggir Dan Lawu lalu melancarkan aksinya," kata Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi dikutip Solopos, Senin (2/9/2019).

Tak berhenti di situ, IS juga merekam adegan pencabulan itu menggunakan ponselnya. Seusai melancarkan aksi bejatnya, IS mengantarkan keponakannya itu ke rumahnya.

Saat itu korban merasa ketakutan hingga tidak berani melapor kepada orang tuanya atas kejadian yang menimpanya. Selang tiga bulan dari kejadian itu, IS menyebarkan video pencabulan itu kepada temannya yang kemudian dibagikan ke grup medsos.

"Orangtua korban yang tahu video itu menyebar di media sosial langsung melaporkan ke Polres Sukoharjo," kata dia.

Aparat kepolisian kemudian bergerak cepat mengamankan IS di rumahnya pada Kamis (29/8/2019). IS langsung ditangkap dan kini mendekam di tahanan Mapolres Sukoharjo.

Polisi mengamankan barang bukti berupa satu potong seragam SMP, satu potong rok panjang seragam warna biru tua, satu buah sabuk warna hitam, dan satu ponsel merek Lava warna emas.

Atas perbuatannya IS dijerat Pasal 81 (1) dan Pasal 82 (1) UU No. 17/2016 tentang Perlindugan Anak jo Pasal 29 UU No. 44/2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara atau denda Rp5 miliar.

Baca juga berita Solopos.com lainnya di sini.

2 dari 2 halaman

Simak juga video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
3 Santri di Karawang Jadi Korban Pencabulan oleh Guru Ponpes
Artikel Selanjutnya
Kedok Tukang Rongsok Terbongkar, 12 Tahun Cabuli Anak Sesama Jenis