Sukses

Cerita Perjalanan Susu, dari Lembang Sampai Siap Dituang

Liputan6.com, Jakarta - Susu mengandung kalsium dan protein tinggi. Susu juga menjadi pelengkap nutrisi bagi tubuh untuk memenuhi gizi seimbang. Dalam mengolah susu , diperlukan cara-cara yang tepat agar manfaat susu tetap terjaga.

“Dengan kendali penuh dari bahan baku sampai ke tangan konsumen, agar nutrisi susu tetap terjaga,” kata GM Brand & Equipment Diamond Group, Yun Primawan dalam acara peluncuran kemasan baru Diamond Fresh Milk di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (24/7/2019).

Dia menjelaskan, bahan baku susu produknya berasal dari mitra peternak sapi yang telah bekerja sama selama lebih dari 40 tahun. Mitra tersebut berlokasi di daerah Lembang, Jawa Barat. Bahan baku susu murni yang digunakan diseleksi terlebih dahulu.

Seleksi sesuai dengan standar dari Diamond Group dan SNI Susu Segar 3141-1/2011 yang diterapkan dengan sangat ketat, tanpa toleransi. Teknologi pengolahan susu menggunakan teknologi pasteurisasi modern untuk memproses susu segar. Seluruh proses berjalan secara otomatis dalam sistem aliran tertutup tanpa bersentuhan langsung dengan tangan manusia.

“Hal itu yang menjamin kebersihan dan kelayakan produk dari awal hingga akhir proses,” kata Yun.

Teknologi pengolahannya mengikuti standar dari Good Manufacturing Practice (GMP) dan Food Safety System Certification. Seluruh proses dan produk susu tersebut juga sudah tersertifikasi standar Halal di Indonesia.

Kemasannya dibuat dengan kemasan multi lapis dan kedap udara Gable Top untuk memastikan keamanan produk dan kesegaran susu sampai ke tangan konsumen. Produk tersebut didistribusikan melalui rantai distribusi berpendingin.

Hal itu untuk menjamin produk selalu terjaga dalam temperatur dingin yang konsisten dari awal hingga ke konsumen. Produk selalu terjaga dalam penanganan di ruang dengan rentang suhu 0-4 derajat celcius.

Sementara itu desain kemasan Diamond Fresh Milk baru secara grafis tampil lebih segar dengan warna latar biru cerah dengan ilustrasi susu dalam gelas. Walaupun desain baru mengalami transformasi di warna dasarnya, dari disain sebelumnya yang berwarna putih, namun tetap mempertahankan komposisi dengan mempertahankan latar gambar peternakan sapi dan bentang alam (landscape) peternakan hijau.

 

2 dari 2 halaman

Cara Menjaga Kualitas Susu

Susu merupakan media yang mudah ditumbuhi mikroorganisme. Dalam proses pengolahannya higienitas produk penting untuk diperhatikan sedemikian rupa agar produk tidak tercemar.

Ahli Pangan Institut Pertanian Bogor, Azis Boing Sitanggang, memaparkan cara penanganan susu yang baik dan aman, mulai dari produksi hingga sampai ke tangan konsumen. Hal pertama yang harus menjadi perhatian konsumen adalah mengetahui jenis susu.

“Apakah termasuk jenis susu sterilisasi atau susu segar atau yang juga dikenal dengan istilah pasteurisasi,” katanya.

Susu pasteurisasi adalah susu yang dalam prosesnya tidak dimaksudkan untuk membunuh seluruh mikroorganisme pada makanan. Sedangkan susu sterilisasi (UHT) terlebih dahulu dipanaskan selama 2-3 detik pada suhu 135 derajat celcius sampai 150 derajat celcius dan segera didinginkan sampai 4-5 derajat celcius. Sehingga semua kuman atau mikroorganisme termasuk bakteri dihancurkan oleh suhu ultra tinggi.

Dalam proses penyimpanannya, kedua jenis susu ini harus diperlakukan secara berbeda. Susu yang disterilisasi aman disimpan di suhu ruang. Meski demikian, apabila kemasannya sudah dibuka susu harus segera disimpan di dalam kulkas.

Sementara susu segar, harus senantiasa disimpan pada suhu 4° C untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme. “Apabila membeli susu segar dari supermarket, sebisa mungkin harus segera disimpan di dalam kulkas, meskipun kemasannya belum dibuka,” ujar Azis.

(Wiwin Fitriyani)