Sukses

Sihir Hidung Evi Zainal Abidin

Liputan6.com, Bangkalan Evi Zainal Abidin menjadi sosok populer ketika pemilu. Boleh saja media sosial riuh oleh perdebatan siapa pemenang Pilpres, Joko Widodo atau Prabowo Subianto? Tapi jangan lupakan ada pemilu yang lain. Memilih calon Dewan Perwakilan Daerah atau DPD.

Evi Zainal Abidin, anggota DPR RI dari Demokrat yang pada pemilu kali ini nyalon DPD RI dapil Jawa Timur.

Nama Evi menarik perhatian, ketika media ini secara acak menanyakan pada beberapa warga tentang siapa calon DPD yang mereka pilih pada 17 April lalu. Dari 30 orang yang ditanyai, 20 diantaranya mengaku nyoblos Evie, sisanya memilih La Nyalla Mattalitti atau Syaiful Ismail.

 Soal alasan kenapa memilih Evi? Sebagian karena kecantikannya, namun jawaban paling banyak karena kalimat ini: coblos irunge.

"Saya sekeluarga DPD-nya nyoblos hidungnya Evi," kata Muhammad Alim, Kepala Sekolah di Bangkalan.

"Awalnya saya mau nyoblos La Nyalla karena hanya nama itu yang saya tahu. tapi pas lihat ada yang cantik, saya coblos hidungnya, sesuai permintaan," kata Mahmudi, buruh bangunan asal Kecamatan Socah.

Selain kaum pria, wanita pun banyak yang memilih Evie Zainal Abidin. "Saya memilih yang nama Evi, karena disuruh nyoblos hidungnya. Padahal sama suami disuruh nyoblos calon lain," kata Halimatus Sakdiyah, ibu rumah tangga juga asal Desa Socah.

Simak video pilihan berikut:

2 dari 3 halaman

Kalah Populer

Di Madura, bahkan di Jawa Timur, nama Evi Zainal Abidin tak sepopuler La Nyalla Mattalitti. Namun berkat kampanye yang efektif lewat poster, Evi bisa menarik perhatian pemilih.

Di Bangkalan, calon DPD lain termasuk La Nyalla sudah bertebaran di pinggir jalan sejak dua bulan sebelum hari H. Modelnya sama, foto setengah badan dan nama mereka dalam font besar. Umumnya berbentuk baleho ukuran besar dan sedang.

Meski media kampanyenya sama yaitu poster atau baleho. namun Evi memakai strategi berbeda. Dia memilih poster ukuran kecil namun dalam jumlah banyak. Pola penyebarannya pun tidak terpisah-pisah. Di satu titik misalnya poster Evi dipasang berjejer lima atau enam poster sekaligus.

Meski poster kecil, namun wajah Evi dicetak nge-zoom maksimal. Yang membedakan dengan poster lain, dalam poster Evi dipasang gambar tangan memegang paku tepat dihidungnya. Juga ditambah kalimat nakal: Kerudung Putih Coblos Irunge atau kerudung putih coblos hidungnya.

Poster Evi pun baru ditebar dua pekan sebelum pencoblosan. Sehingga menarik perhatian warga karena menjadi poster baru di tengah poster-poster lama.

"Pertama kali lihat poster Evi di Suramadu dan menarik karena berbeda dari yang lain. Sudah cantik rela lagi hidungnya dicoblos. Akhirnya saya googling, ternyata dia anggota DPR," ungkap Muhammad Alim sambil tertawa.

3 dari 3 halaman

Mendadak Evi

Efektivitas kampanye ala Evi Zainal Abidin, terlihat dari tingginya perolehan suara di Bangkalan. Berdasarkan rekapitulasi akhir KPU Bangkalan, nama Evi masuk empat besar peraih suara terbanyak.

Suara terbanyak pertama diraih Syaiful Ismail, putra daerah dan mantan Komisioner KPU ini meraih 515.074 suara. Lalu La Nyalla Mattalitti meraih 104.525 suara, kemudian Ahmat Nawardi, calon Inkumben, meraih 100.498 suara dan Evi Zainal Abidin meraih 25.923 suara.

"Kalau Evi lolos ke Senayan, dia harus ke Bangkalan karena banyak fansnya," kata Muhammad Alim lagi.

Sebaliknya di Kabupaten Sampang. Berdasarkan data Rekapitulasi akhir KPU, perolehan suara Evi Zainal Abidin tidak maksimal. dia hanya meraih seribu lima ratus enam puluh dua suara. Sementara suara terbanyak diraih H. Achmad Nawardi memperoleh 421.171 suara. La Nyalla Mahmud Mattalitti memperoleh 169.406 suara dan Syaiful Ismail memperoleh suara sebanyak 82.385.

 

 

Loading