Sukses

3 Sandi Kuno Tersohor Ada di Kotabaru Yogyakarta

Liputan6.com, Yogyakarta - Museum Sandi yang berlokasi di Kotabaru Yogyakarta menyimpan contoh-contoh sandi yang tersohor di dunia. Ternyata, persandian sudah dikenal sejak masa pra sejarah.

"Tujuannya sama, yakni untuk mengamankan pesan rahasia sehingga tidak terbaca oleh orang yang tidak berkepentingan," ujar Koordinator Museum Sandi, Setyo Budi Prabowo, kepada Liputan6.com beberapa waktu lalu.

Ia menyebutkan sejumlah sandi bisa dilihat dan diperagakan di Museum Sandi. Tiga sandi kuno dari berbagai negara merupakan koleksi andalan.

Pertama, Skytale Greek, merupakan sandi yang dipergunakan di Yunani pada 486 SM. Bentuknya seperti kulit yang dililit melintang di sebuah batang kayu berbentuk tabung.

Kulit itu berisi huruf yang sepintas tidak akan terbaca maknanya, bahkan jika dililitkan di batang pun belum tentu dipahami. Sandi ini digunakan oleh raja untuk menyampaikan pesan kepada jenderal, begitu pula sebaliknya.

"Kunci dari sandi ini ada di panjang dan diamter batang, ukurannya hanya diketahui oleh jenderal dan raja, semisal pesan tulisan pada kulit itu dililitkan melingkar ke batang yang ukurannya tidak pas, maka pesan tidak terbaca," ucapnya. Sandi kuno di Museum Sandi Yogyakarta (Liputan6.com / Switzy Sabandar)Sandi yang tersohor lainnya adalah Sandi Cesar. Dalam kriptografi, sandi Cesar dikenal juga sebagai sandi geser, kode Cesar atau Cesar geser yang merupakan salah satu teknik penyandian yang paling sederhana dan dikenal luas.

Teknisnya berupa substitusi, yakni huruf pada teks terang diganti dengan huruf pada posisi menurun pada alfabet. Dengan pergeseran sebanyak 3, maka huruf A menjadi D, B menjadi E, dan seterusnya.

Sebagai contoh, kata Cold dalam Bahasa Inggris menjadi FROG pada substitusi Cesar. Sandi Cesar dikenal pada 50 sampai 60 SM dan menjadi cara Cesar untuk berkomunikasi dengan para jenderalnya.Sandi kuno di Museum Sandi Yogyakarta (Liputan6.com / Switzy Sabandar)Cesar disebut sebagai orang pertama yang menggunakan enkrpsi untuk mengamankan pesannya dan memutuskan setiap pergeseran huruf pada pesannya menjadi standar algoritma dalam mengirimkan pesan.

"Pengunjung saat masuk ke Museum juga mendapat contoh sandi Cesar yang bisa dibawa pulang dan dimainkan sendiri," kata Setyo.

Selanjutnya sandi Cardan Grille muncul pada 1500. Bentuknya berupa lembaran plat kuningan yang memiliki lubang kecil secara acak.

Pesan terbaca ketika plat itu ditempelkan ke selembar kertas penuh tulisan, bisa koran maupun catatan. Lubang plat yang acak akan menunjuk huruf-huruf tertentu dan ketika disusun terbaca sebuah pesan sandi.

 

Loading