Sukses

Tak Ditanggung BPJS, Bedah Plastik di Sulsel Tetap Banjir Peminat

Liputan6.com, Makassar - Pasien bedah plastik di RSUP Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Sulawesi Selatan, meningkat setiap tahunnya. Hal itu disebabkan banyak faktor. Salah satunya akibat kurang percaya diri.

Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar, Mansyur Arif, mengatakan peminat bedah plastik membanjiri rumah sakit sejak adanya bedah rekonstruksi di RSUP Wahidin Sudirohusodo. Peminatnya mulai dari kalangan remaja hingga usia dewasa.

"Peminatnya banyak malah terus meningkat, tapi data pastinya saya tidak dapat rilis secepat ini. Namun memang terjadi peningkatan tiap tahunnya," kata Mansyur, Kamis (17/3/2016).

Dia mengungkapkan motif pasien yang memanfaatkan bedah rekonstruksi, di antaranya ingin memancungkan hidung yang agak pesek, melebarkan kantung mata yang sipit, mengencangkan payudara, pipi, dan lain-lain.

"Meski demikian, juga ada yang mengalami cacat dan salah satu jalannya bisa dioperasi plastik, seperti mulut sumbing," imbuh Mansyur.

Dia mengatakan bedah rekonstruksi tidak ditanggung BPJS karena dinilai masuk dalam kategori kecantikan. BPJS hanya menanggung bedah mulut.

Hal itu disayangkan rumah sakit karena tidak seluruh kasus operasi bedah plastik bertujuan untuk kecantikan. Ia menyebut kasus bibir sumbing sebagai contoh kasus. Penanganan bedah plastik diperlukan untuk menormalisasi kondisi pasien.

"Semenjak diketahui BPJS tidak meng-cover penanganan bedah plastik atau bedah rekonstruksi, secara umumnya para dokter ahli di bidang itu menganggapnya sebagai pembunuhan secara sistematik," keluh Mansyur.