Sukses

Alasan Jokowi Utus Luhut Pandjaitan Bertemu Prabowo Subianto

Liputan6.com, Jakarta - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, menjelaskan alasan capres petahana Jokowi mengutus Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan bertemu dengan Prabowo.

Luhut dinilai memiliki kedekatan dengan Prabowo. Selain itu, keduanya sama-sama memikiki latarbelakang militer.

"Pilihan terhadap Pak Luhut pun sebetulnya juga karena memang beliau dinilai memiliki kedekatan dengan pak Prabowo, sesama mantan militer yang sudah memiliki hubungan kedekatan yang panjang," ujar Ace saat dikonfirmasi, Senin (22/4/2019).

Ace mengaku belum mengetahui kapan pertemuan tersebut akan terlaksana. Politisi Golkar itu mengatakan bahwa Jokowi ingin menjaga suasana pasca pencoblosan Pilpres tetap kondusif, melalui pertemuan ini.

"Ini saatnya buat kita untuk menciptakan suasana yang kondusif di masyarakat agar ekonomi berjalan seperti bias kembali. Jangan terganggu stabilitas politik kita gara-gara proses pemilu ini," jelas dia.

Sementara itu, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) 02, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan belum ada kepastian diterimanya Luhut Binsar Panjaitan di kediaman Prabowo Subianto. Menko Maritim Kabinet Kerja itu dikabarkan akan menemui Prabowo Subianto sebagai utusan Jokowi, pertemuan rencananya digelar di kediaman Prabowo di Kertanegara, Jakarta Selatan.

"Semalam, Pak Prabowo belum dan tidak memutuskan menerima utusan Pak Jokowi yakni Pak Luhut," cuit Dahnil seperti dilihat Liputan6.com di Twitter pribadnya, @Dahnilanzar, Minggu (21/4/2019).

Sebab, menurut Dahnil, Prabowo saat ini masih fokus mengawal form C1 Plano dan memperjuangkan hal tersebut.

"Pak Prabowo masih fokus memperjuangkan dan mengawal agar rakyat terus mengawal C1," jelas Dahnil.

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Kumpulkan Menteri, Jokowi Bahas Ketersediaan Anggaran 2020
Artikel Selanjutnya
Real Count KPU Pagi Ini 14,2 Persen: Jokowi 54,91 Persen, Prabowo 45,09 Persen