Sukses

Kubu Jokowi: Kampanye Senyap Demokrat Bukan Promosikan Prabowo-Sandiaga

Liputan6.com, Jakarta - Partai Demokrat memilih mengkampanyekan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dengan cara yang senyap. Strategi Demokrat ini mendapat perhatian dari kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Juru bicara Jokowi-Ma'ruf, Arya Sinulingga menduga kampanye senyap ala Demokrat sebenarnya bukan untuk mempromosikan Prabowo-Sandi. Menurutnya, Demokrat hanya mengutamakan kepentingan internalnya.

"Saya sih lihatnya, Demokrat itu senyap untuk menyelamatkan partainya. Jadi bukan untuk Pak Prabowo. Jadi senyap untuk partainya, saling senyap-senyapan," ucap Arya di Posko Cemara, Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Dia meyakini partai berlambang bintang mercy tersebut tidak akan berkontribusi dalam pemenangan Prabowo-Sandi. Prediksi itu karena Demokrat tidak terlibat dalam peta persaingan di Pilpres 2014.

"Demokrat suka senyap. Karena kita tahu, tahun 2014 demokrat enggak ikut pertempuran Capres. Artinya dia senyap untuk partainya," ungkap Arya.

Namun, cara tersebut justru terbukti pada 2014 membuat suara Demokrat menurun. Bukan malah membuat elektabilitas Demokrat naik.

"Ternyata dia senyap untuk partainya pun malah menurun, ini kan fakta. Fakta di lapangan mengatakan bahwa Demokrat tidak ikut pertarungan Pilpres. Tapi senyap juga, parlemennya senyap juga, menurun kursinya," pungkasnya.

 

2 dari 2 halaman

Demokrat Kerja Keras

Sebelumnya, Kadiv Hukum dan Advokasi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menyatakan SBY dan partainya bekerja keras mengkampanyekan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.Dia mengatakan, belakangan SBY sibuk keliling daerah untuk berkampanye Pileg dan Pilpres 2019. "Tapi kita memilih kampanye kampanye yang terkait Pilpres ini kan ya berbeda caranya," ucapnya.

Demokrat mengampanyekan Prabowo-Sandi secara senyap. Partai berlambang bintang mercy tersebut berinteraksi langsung dengan masyarakat "Kita bukan diam-diam, kita memang senyap bergeraknya. Karena kita face to face, wajah ke wajah," ujar Ferdinand.

Ferdinand menyebut, gaya Demokrat mengkampanyekan Prabowo berbeda. Caranya, dengan bertanya ke masyarakat apa yang dirasakan selama empat tahun kepemimpinan Jokowi. Kemudian, jika masyarakat masih ingin Jokowi memimpin, Demokrat akan bertanya apa harapan yang diinginkan ke depan.

Saksikan Tayangan Video Menarik Berikut Ini:

Artikel Selanjutnya
Cara Ma'ruf Amin Kurangi Impor Bila Terpilih Jadi Wapres
Artikel Selanjutnya
Ma'ruf Amin: Survei Jadi Bahan Evaluasi