Sukses

Puti Guntur Diberi Pesan Penghidupan Kiai Muhammadiyah Jombang

Liputan6.com, Jombang - Di bulan suci Ramadan, calon Wakil Gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarno mendapat pesan kehidupan dari Penasihat Muhammadiyah Jombang KH Abdul Muchid Jailani.

Dalam sowan tersebut, Puti ingin memperkuat spirit merajut merah putih, merawat kebangsaan di Jawa Timur bersama pasangannya calon Gubernur Jatim Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

"Saya hanya pesan agar berdoa untuk kakeknya, Bung Karno, dan untuk Bapak Guntur Soekarno Putra beserta anak cucunya. Pesan penghidupannya ada 3 yaitu takwa kepada Allah SWT, berbuat tobat dan berbuat baik kepada semua orang. Tidak pandang bulu," ujar Muchid kepada Puti Guntur Soekarno, Senin (11/6/2018).

Selain itu, lanjut dia, seperti sabda Nabi Muhammad SAW agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan.

"Kalau gubernur itu misah-misahno (memecah belah), diskriminasi, enggak bakal slamet (tidak akan selamat). Itu banyak contohnya," kata Muchid.

Ia berpesan pada Puti untuk terus merekatkan kembali antar umat beragama. Selain itu, Puti Guntur Soekarno juga mendapatkan doa dari ulama sepuh itu.

"Kakeknya, Bung Karno, selain dikenal sangat dekat dengan ulama-ulama NU, juga kagum dengan Muhammadiyah. Bahkan, Sang Proklamator itu berpesan, agar ketika wafat dikafani dengan bendera Muhammadiyah," jelas Muchid.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

2 dari 2 halaman

Puti Minta Nasehat

Keluarga Puti asli Muhammadiyah. Buyut Puti, Hasan Din adalah tokoh Muhammadiyah di Bengkulu. Neneknya Fatmawati yang disunting Bung Karno juga aktif di organisasi perempuan Muhammadiyah.

Bung Karno sendiri menjadi anggota Muhammadiyah tahun 1938, dan pernah diumumkan terbuka saat Muktamar Setengah Abad Muhammadiyah tahun 1962.

"Sebagai anak muda yang bertemu Kiai Muchid, saya mohon doa restu. Mohon nasehat untuk membangun Jawa Timur ke depan," kata Puti.

Menurut Puti, Bung Karno banyak memberikan bantuan untuk kepentingan dan kemaslahatan umat. Mulai tanah dan rumah yang diwakafkan untuk panti asuhan dan rumah sakit.

"Manusia meninggal tidak membawa apa-apa. Tidak bawa harta. Yang dibawa adalah amal ibadahnya," tegas Puti.

 

Reporter : Bruriy Susanto

Sumber  : Merdeka.com

Loading