Sukses

Survei: Ganjar-Yasin Tak Terkejar oleh Lawannya di Pilkada Jateng 2018

Liputan6.com, Semarang - Hasil survei yang dilakukan Alvara Research Center menunjukkan, elektabilitas pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen tidak terkejar dari rivalnya yaitu Sudirman Said-Ida Fauziyah.

"Dari hasi survei yang kami lakukan elektabilitas Ganjar-Yasin mencapai 58,8 persen, sedangkan Sudirman-Ida hanya 11,5 persen," ujar CEO Alvara Research Center Hasanudin Ali di Semarang, Jawa Tengah, seperti dilansir Antara, Rabu (16/5/2018).

Menurutnya, berdasarkan data-data dari survei dapat dikatakan jika peluang kemenangan Ganjar-Yasin pada Pilkada Jateng 2018 cukup besar, apalagi ditopang oleh empat indikator utama.

"Yang pertama, kepuasan terhadap kinerja petahana sangat tinggi yakni 85,3 persen, artinya publik tidak hanya mengapresiasi kepemimpinan Ganjar Pranowo, tapi juga mengakui kinerjanya yang berimplikasi pada penguatan nilai elektoral Ganjar-Yasin," ucapnya.

Dia menyebut, kepuasan publik tertinggi terhadap kinerja petahana Ganjar Pranowo terdapat pada aspek kebebasan berpendapat yakni 86,6 persen, penyediaan listrik 86,5 persen, dan pelayanan pendidikan 86,4 persen.

"Kedua adalah tingkat popularitas, Ganjar-Yasin merupakan pasangan cagub yang memiliki elektabilitas tertinggi dan merata di berbagai segmen pemilih, serta tersebar di seluruh kabupaten/kota," papar dia.

Hal itu, lanjut Ali, berbeda dengan elektabilitas Sudirman-Ida yang masih lemah, khususnya di beberapa kabupaten/kota.

"Indikator ketiga adalah jarak elektabilitas Ganjar-Yasin dengan Sudirman-Ida mencapai 45,6 persen atau lebih tinggi dari jumlah undecided voters yang hanya 30,0 persen," terangnya.

Artinya, sambung dia, meskipun Sudirman-Ida berhasil menggaet seluruh undecided voters, masih belum mampu mengejar posisi elektoral Ganjar-Yasin.

Kemudian, menurut Ali, indikator keempat adalah kekuatan soliditas pemilih Ganjar-Yasin mencapai 68,2 persen yang berarti terdapat 31,8 persen pemilih Ganjar-Yasin yang masih mungkin mengubah pilihan.

"Menariknya, soliditas pemilih Sudirman-Ida justru lebih rendah yakni 60,7 persen sehingga terdapat 39,3 persen pemilih yang masih mungkin berpindah," kata Ali.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

Penilaian Tinggi pada Ganjar-Yasin

Menurut Ali, citra yang melekat pada Ganjar-Yasin dan Sudirman-Said menunjukkan diferensiasi yang berbeda.

"Tiga citra tertinggi Ganjar-Yasin adalah dekat dengan rakyat, tokoh terkenal, berjiwa pemimpin. Sedangkan citra pada Sudirman-Ida adalah intelektual/pintar, memiliki kemampuan yang baik, serta berwibawa," tuturnya.

Kepada pasangan Ganjar-Yasin, Ali menyarankan agar terus menjaga suara di daerah-daerah kemenangan. Sedangkan pasangan Sudirman-Said disarankan untuk mengoptimalkan kinerja mesin partai pendukung agar dapat mengejar ketertinggalan.

Survei Pilkada Jateng 2018 yang dilakukan Alvara Research Center pada 20-30 April 2018 menggunakan pendekatan kuantitatif.

Pengambilan sampel melalui metode multi stage random sampling dengan rumah tangga sebagai unit terkecil dan survei ini memiliki margin error sebesar 3,16 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Data dikumpulkan melalui wawancara tatap muka dari rumah ke rumah terhadap 1.000 responden yang memiliki hak pilih pada Pilgub Jateng mendatang di seluruh kabupaten/kota.

Artikel Selanjutnya
Gus Ipul Ingatkan Gerakan Peduli Tetangga Hadapi Teror
Artikel Selanjutnya
Debat Pilkada Jabar Ricuh Ganti Presiden, Bawaslu RI: KPU Kecolongan