Sukses

Edy Rahmayadi Kunjungi Rumah Bersejarah, Ijeck Pilih Berziarah

Liputan6.com, Medan - Calon Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi bersama sang istri, Nawal Lubis, mengunjungi Rumah Tjong A Fie di Jalan Ahmad Yani, Kota Medan. 

Tjong A Fie sendiri merupakan saudagar kaya asal Tiongkok yang dulunya tinggal di Medan, sekaligus menjadi tokoh yang sangat dihormati oleh pemerintah Belanda dan Sultan Deli. Rumahnya memiliki perpaduan antara aksitektur Tiongkok, Melayu, dan Eropa

"Saya sangat dukung wisata-wisata heritage di Sumut, khususnya di Medan, terpelihara dengan baik. Ini wisata sejarah yang tentunya harus diketahui para generasi muda," ucap Edy Rahmayadi di lokasi, Senin (19/3/2018).

Menurut dia, karena banyak bangunan bersejarah yang ada di kabupaten/kota, maka Pemerintah Provinsi Sumatera Utara harus berani menyediakan anggaran untuk membantu merawat dan melestarikan bangunan-bangunan tersebut.

"Ke depannya, pemerintah perlu mengalokasikan anggaran untuk heritage. Sebab, sejarah yang dijaga adalah ciri Sumut bermartabat," ucapnya.

Kunjungan Edy ini layaknya acara silaturahmi bersama warga Medan. Pasalnya, objek wisata Rumah Tjong A Fie selalu ramai dikunjungi masyarakat. Mereka juga saling berebutan salam dan juga foto bersama.

Gedung Rumah Tjong A Fie merupakan bangunan bersejarah dan merupakan bangunan cagar budaya Kota Medan berdasarkan UU Cagar Budaya Nomor 11 Tahun 2010 dan Perda Kota Medan Nomor 2 Tahun 2012. 

Tidak hanya ingin melihat salah satu wisata heritage atau peninggalan bersejarah di Kota Medan, Edy Rahmayadi dan istri juga berkesempatan menikmati lontong pecel bersama para pengunjung Rumah Tjong A Fie.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

1 dari 2 halaman

Ijeck Ziarah Makam

Berbeda dengan Edy, pasangannya, calon Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah atau Ijeck, bersilaturahmi dengan jemaah persulukan Tareqat Naqsabandiyah Jabal Qubis.

Silaturahmi Ijeck ini dilakukan di Desa Dagang Kelambir, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Tuan Guru Tareqat Naqsabandiyah Jabal Qubis, Ghazali Naqsabandy mengatakan, silaturahmi antara Ijeck dengan ulama bukanlah hal baru.

"Saat Pak Edy Pangdam I/BB juga sering bersilaturahmi dengan ulama. Begitu juga Ijeck, kepeduliannya soal ulama dan masjid bukan hal baru," kata Ghazali.

Menurut dia, ulama merupakan penasihat bagi kebijakan pemerintah. Sebab, kata dia, nasihat ulama adalah rem bagi laju pemerintah yang dianggap menjurus pada kemudaratan.

Ke depan, Ghazali berharap Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah bisa tetap bijaksana. Ditegaskannya, Persulukan Tareqat Naqsabandiyah Jabal Qubis mendukung dan mengawal suara Edy-Ijeck pada Pilgubsu.

"Insyaallah bisa memimpin Sumut. Dan jadi pemimpin haruslah bijaksana. Rangkul semua kalangan karena Sumut ini heterogen," ucap Ghazali.

Sementara Ijeck di hadapan jamaah persulukan mengatakan, silaturahmi ini bukan hal baru dan bukan dadakan, namun momentumnya saja yang beda. Dia berharap silaturahmi ini dapat terus terjalin bukan dalam momen ini saja.

"Doa dan dukungan kepada jamaah persulukan Tareqat Naqsabandiyah kita harapkan. Semoga apa yang kami perjuangkan bersama Pak Edy Rahmayadi bisa terwujud demi Sumut Bermartabat," jelas Ijeck.

Usai berdialog, Ijeck berziarah ke makam pendiri Jabal Qubis Saidi Syekh H Amir Damsar Syarif Alam.

Artikel Selanjutnya
Pengamat Politik : Pilgub Jatim Pertarungan Demokrat Melawan PDIP
Artikel Selanjutnya
Pasar Rakyat Gratis Jadi Komitmen Dedi Mulyadi jika Jadi Wagub Jabar