Sukses

Eriko: Kursi PKB dan PDIP Cukup Untuk Usung Anies

Ketua DPP PDIP Eriko Sotarduga menyatakan, berdasarkan hitungan raihan kursi di DPRD Jakarta, PDIP memiliki 15 kursi, dan bila digabung dengan PKB yang sudah mendukung Anies, maka menurutnya gabungan kursi PDIP dan PKB cukup untuk memajukan Anies Baswedan.

Liputan6.com, Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sudah memasukkan nama Anies Baswedan sebagai salah satu calon gubernur yang akan maju di Pilkada Jakarta 2024. 

Ketua DPP PDIP Eriko Sotarduga menyatakan, berdasarkan hitungan raihan kursi di DPRD Jakarta, PDIP memiliki 15 kursi, dan bila digabung dengan PKB yang sudah mendukung Anies, maka menurutnya gabungan kursi PDIP dan PKB cukup untuk memajukan Anies. 

“Cukup enggak kalau PKB sama PDI Perjuangan? Sudah cukup ya kan. Ini asumsi dulu ya supaya kita memahami. Nah 25 kursi sudah cukup,” kata Eriko di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (25/6/2024).

Apalagi, kata Eriko, hubungan antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar selalu baik dan terjaga.

“Lah kalau secara hubungan personality ya, saya rasa bukan rahasia umum lagi kedekatan antara keluarga Bu Ketua Umum dengan Cak Imin. Nah itu bisa ditanyakan sendiri oleh Cak Imin, jangan saya lah yang menginikan,” kata dia.

Namun, Eriko mengandaikan apabila kursi cagub Jakarta dari PKB dalam hal ini Anies, maka pihaknya menawarkan kursi cagub di Jawa Timur giliran dari PDIP.

“Katakan kalau di Jakarta misalnya berandai-andai PKB menjadi cagubnya. Boleh enggak di Jawa Timur PDIP yang menjadi cagubnya? boleh kan, bukan barter, tapi itulah yang namanya kerja sama, kan kita tidak boleh bekerja sama itu menang-menangan, mau sendiri, katakan menerapkan ego kita sendiri, karena kita tidak bisa maju sendiri,“ bebernya.

Menurut Eriko, pihaknya juga menawarkan bila kursi cagub Jakarta untuk PDIP namun wagub untuk PKB.

“Bisa saja kita dengan PKB disini jadi wakil gubernur, kita jadi gubernur, di Jawa Timur kita jadi wakil gubernurnya, kan bisa begitu, ini kan  hal yang bisa diperbincangkan dan waktunya itu masih ada,” pungkasnya.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

PKS Tak Lirik Anies Baswedan di Pilkada Jakarta, PDIP Ingatkan Ini

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS mengajukan nama Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Mohamad Sohibul Iman sebagai bakal calon gubernur Daerah Khusus Jakarta di Pilkada 2024.

Terkait hal itu, Ketua DPP PDIP Eriko Sotarduga menyatakan wajar PKS mengajukan nama kader sendiri di Pilkada Jakarta 2024. Namun menurutnya, hal itu masih berubah.

Sebab, meski partai pemenang PKS tidak bisa mengajukan sendiri tanpa kerjasama dengan parpol lain. "Menurut kami PKS sangat wajar mengajukan kader," kata Eriko di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (25/6/2024).

"Tapi apakah itu jadi calon terakhir? Belum tentu. Karena sekali lagi belum tentu maju sendiri," sambungnya.

Ia mengingatkan, kursi PKS di DPRD DKI adalah 18 kursi dan masih kurang 4 kursi untuk mengusung sendiri.

"Adakah satu partai yang bisa mengajukan calon, ini DKI? Tidak ada. Walaupun dikatakan PKS 18 kursi, dikatakan pemenang, tapi kan gak cukup, minimum harus ada 22 kursi. Jadi apapun tidak bisa mengajukan calonnya sendiri," kata dia.

Sementara terkait nama Anies Baswedan yang masuk sebagai salah satu bakal cagub PDIP, Eriko meyebut pihaknya memiliki 15 kursi, dan butuh PKB yang memiliki 10 kursi untuk memajukan Anies. Namun, ia mensyaratkan agar kursi wagub dari PDIP atau cagub di Jawa Timur diambil PDIP.

"Cukup enggak kalau PKB sama PDI Perjuangan? Sudah cukup ya kan. Ini asumsi dulu ya supaya kita memahami. Nah 25 kursi sudah cukup. Katakan kalau di Jakarta misalnya berandai-andai PKB menjadi cagubnya. Boleh enggak di Jawa Timur PDIP yang menjadi cagubnya?," jelas Eriko.

3 dari 4 halaman

Siapkan Alternatif untuk Berduet dengan Anies atau Ridwan Kamil

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS mengajukan nama Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Mohamad Sohibul Iman sebagai bakal calon gubernur Daerah Khusus Jakarta di Pilkada 2024.

Terkait hal itu, pengamat politik Adi Prayitno melihat hal ini sebagai bentuk kewajaran. Pasalnya, selain partai kader, PKS juga memiliki suara yang tinggi di Jakarta.

"Saya kira cukup rasional kalau kemudian PKS itu mengusung kader internal mereka Sohibul Iman untuk maju dalam Pigub Jakarta. Argumennya dua hal, pertama PKS itu partai kader yang memang sejak awal selalu menyorongkan kader mereka untuk bertanding di Pilkada, bukan hanya di Jakarta tapi juga di tempat lain," kata dia kepada Liputan6.com, Senin (24/6/2024).

"Yang kedua tidak terlepas dari suara pileg PKS yang naik secara signifikan dan mereka itu perolehan pileg di 2024 itu sebagai pemenang suara mereka paling tinggi di Jakarta. Jadi dua variabel ini yang sebenarnya bisa menjelaskan kenapa PKS itu mengusulkan kader internal mereka," sambungnya.

4 dari 4 halaman

Antisipasi Tawaran

Adi juga melihat, ini upaya PKS untuk mengantisipasi tawaran Koalisi Indonesia Maju (KIM), di mana partai tersebut serius untuk mengusung Ridwan Kamil maju di Jakarta.

"Dan pada yang saat bersamaan, PKS ini kan termasuk partai politik yang begitu banyak dilirik oleh kontestan lain untuk dijadikan calon wakil. Misalnya, beberapa waktu lalu ada tawaran dari kubu KIM bagaimana PKS bisa menjadi wakilnya Ridwan Kamil. Dalam konteks itu, PKS sengaja memunculkan kader mereka untuk mengantisipasi keseriusan tawaran untuk menjadi pendamping Ridwan Kamil," ungkap dia.

Di sisi lain, dengan majunya Sohibul Iman, lanjut Adi, juga bisa melihat bagaimana PKS juga mengincar bisa berdampingan dengan Anies Baswedan.

"Dan diwaktu bersamaan misalnya, PKS juga tentu menyiapkan Sohibul Iman sebagai upaya bisa bersanding dengan Anies Baswedan. Karena memang harus diakui, PKS cukup identik dengan Anies Baswedan. Jadi ini yang sepertinya ingin ditargetkan betul oleh PKS, jangan sampai partai pemenang Pileg 2024 (di Jakarta) PKS kehilangan momentum, PKS tak bisa mengusung kader mereka baik sebagai calon gubernur ataupun calon wakil gubernur," jelas dia.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini