Sukses

Anies Akui Tak Ada Persiapan Khusus Jelang Pencoblosan 14 Februari 2024: Kita Relatif Rileks

Liputan6.com, Jakarta - Calon presiden (capres) nomor urut 1, Anies Baswedan mengaku tidak memiliki persiapan khusus jelang pemungutan suara atau pencoblosan Pemilihan Umum (Pemilu) 14 Februari 2024. Anies menyampaikan, dirinya relatif rileks dan bakal menghabiskan waktu untuk berkumpul bersama keluarga.

"Tidak ada persiapan khusus. Terima kasih, kegiatan kita itu. Jadi tidak ada persiapan khusus hari ini. Kita relatif rileks kemudian sore malam nanti bersama keluarga," kata Anies di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (13/2/2024).

Anies menyebut, bakal pergi mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) bersama keluarganya. TPS Anies berada tak jauh dari kediamannya di Jalan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

"Kami sekeluarga tentu akan nyoblos di TPS di lingkungan kami pagi-pagi. Kemudian sesudah itu kami akan ke markas di Jalan Diponegoro di markas Timnas," ucap dia.

Anies menjelaskan, sebelum menuju TPS dia dan keluarga bakal berdoa hingga sungkeman terlebih dahulu. "Seperti biasa, kita doa. Dan doa tidak pernah putus dari kemarin," ujar Anies.

Lebih lanjut, dia juga mengajak kepada semua massa pendukung untuk turut berdoa. Anies meminta pendukungnya berdoa untuk kelancaran pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

"Berdoa agar dalam pilpres besok, aspirasi untuk perubahan akan bisa mendapatkan porsi yang besar, akan bisa mendapatkan dukungan yang luas," kata dia.

Adapun Anies Baswedan bakal mencoblos di TPS 60 Kelurahan Cilandak Barat, Cilandak, Jakarta Selatan. Anies dijadwalkan bakal menuju ke TPS pada pukul 07.00 WIB.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Persiapan TPS Anies

Calon presiden (capres) nomor urut 01 Anies Baswedan akan melakukan pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 60 di Jalan Lebak Bulus I, RT 006, RW 004, Cilandak, Jakarta Selatan. Pencoblosan akan dilaksanakan pada besok Rabu (14/2/2024).

Pantauan merdeka.com di lokasi, hingga siang ini terlihat hanya baru tenda yang terpasang di tempat tersebut. Terpantau ada dua tenda besar merah-putih dan satu berwarna hitam.

Satu tenda itu terlihat adanya bangku, namun belum disusun oleh petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di tenda-tenda tersebut.

Nantinya, dua tenda merah-putih itu digunakan sebagai tempat untuk mencoblos. Satu sebagai tempat mantan Gubernur DKI Jakarta mencoblos dan satu lagi untuk warga sekitar yaitu TPS 61.

Untuk dua TPS itu memang berada di lokasi yang sama yakni di Waduk Lebak Bulus dan hanya berjarak beberapa meter saja. Selain hanya baru tenda yang terpasang, di lokasi itu juga belum terlihat dipasangnya lampu penerangan seperti lampu tembak.

Akan tetapi, sudah terlihat adanya petugas PLN yang tengah melakukan pemasangan kelistrikan untuk digunakan pemasangan lampu.

Selain itu, seorang Kasatpel Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kecamatan Cilandak, Djoko Edi terlihat tengah melakukan pemantauan di lokasi. Pemantauan ini dilakukan untuk melihat kebersihan di lokasi tersebut.

"Kalau setelah itu (pencoblosan) paling nanti regu dari kita sekitar 15 orang. Ini kan sebelum bersihin dulu, nah besok setelah selesai baru kita bersihin. Jadi setiap acara apapun katakan kaya kampanyenya partai kemarin, kita enggak turunin. Tapi setelahnya kan tanggungjawab kami, takutnya nanti kan ada apa," kata Djoko kepada wartawan di lokasi, Jakarta, Selasa (13/2).

 

3 dari 3 halaman

Petugas Siapkan Tempat Sampah

 

Kemudian, petugas dari Dinas LH DKI Jakarta juga sudah menyiapkan tempat pembuangan sampah tambahan berupa beberapa kantong plastik yang berukuran besar. Hal ini agar masyarakat tidak membuang sampah secara sembarang.

"Iya, itu nanti kita kan bawa plastik. Kita selalu bawa kantong plastik, nanti kita pasangin saja. Biasanya kita gantung-gantungin saja nanti," ujarnya.

Djoko menegaskan, pihaknya akan selalu siap kapanpun untuk membersihkan sampah pasca kegiatan pencoblosan nanti. Karena, kegiatan bersih-bersih akan dilaksanakan usai acara itu selesai terlaksana.

"Nanti kita mau koordinasi, mau tanya bisa enggak (bersihin). Jadi kita bertanya dulu, intinya kita mengurangi kesalahan. Karena kita kan dari pemerintahan, netralitas kita jag. Takut misalnya, jadi kita izin sama Ketua KPPS, misalnya 'Pak izin, ini sudah boleh dibersihkan?' ya kita turun. Kalau misal belum ya nanti enggak apa-apa, mau jam berapa pun terserah, yang penting sudah siap. Apakah 15 nanti dibagi waktu," pungkasnya. 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.