Denza Z9 GT Dapat Teknologi God's Eye, Simak Keunggulannya

Denza Z9 GT akan menjadi mobil pertamanya di Eropa yang dibekali sistem asisten pengemudi God's Eye City Navigation Driving Assistant (CNOA).

Liputan6.com, Jakarta - BYD terus memperluas penetrasi pasar kendaraan listrik di Eropa dengan menghadirkan teknologi berkendara canggih. Pada ajang Paris Auto Show 2026, produsen otomotif asal China tersebut mengumumkan bahwa Denza Z9 GT akan menjadi mobil pertamanya di Eropa yang dibekali sistem asisten pengemudi God's Eye City Navigation Driving Assistant (CNOA).

Mengutip CarNewsChina, Kamis (15/10/2026), teknologi bantuan berkendara tersebut dijadwalkan mulai tersedia di pasar Eropa pada 2027.

Kehadiran God's Eye CNOA menjadi langkah strategis BYD untuk memperkuat daya saing di pasar kendaraan listrik premium. Tidak hanya mengandalkan desain dan performa, pabrikan China itu juga mulai menempatkan teknologi berkendara cerdas sebagai salah satu keunggulan produknya.

Melalui sistem ini, Denza Z9 GT dirancang mampu membantu pengemudi melakukan perjalanan dari alamat awal menuju tujuan secara mandiri di kawasan perkotaan.

Teknologi tersebut dirancang untuk menghadapi beragam situasi lalu lintas, mulai dari kemacetan, persimpangan padat, hingga bundaran jalan yang membutuhkan perhitungan manuver secara cermat.

Meski demikian, BYD menegaskan bahwa God's Eye CNOA masih masuk kategori sistem bantuan mengemudi otonom Level 2 (L2). Artinya, teknologi ini belum memungkinkan kendaraan berjalan sepenuhnya tanpa pengawasan manusia.

Pengemudi tetap harus memperhatikan kondisi jalan dan lingkungan sekitar serta siap mengambil alih kendali kendaraan kapan saja apabila diperlukan.

Wakil Presiden Eksekutif BYD, Stella Li, menyampaikan bahwa kehadiran teknologi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan inovasi berkendara bagi konsumen Eropa.

"Kami senang dapat memenuhi janji kami untuk membawa keunggulan 'Mata Tuhan' ke Z9 GT, termasuk navigasi kota yang dibantu. Teknologi ini akan membantu membuat aktivitas berkendara di perkotaan menjadi lebih rileks," ujar Stella Li.

Langkah BYD menghadirkan teknologi God's Eye di Eropa juga menjadi bagian dari persaingan industri otomotif dalam mengembangkan sistem bantuan mengemudi canggih.

Salah satu pesaingnya, Xpeng, turut menyiapkan teknologi Navigation Guided Pilot (NGP) untuk pasar Eropa. Sistem tersebut direncanakan hadir pada kuartal pertama 2027 dengan dukungan chip kecerdasan buatan (AI) Turing.

Persaingan BYD dan Xpeng menunjukkan semakin pentingnya teknologi smart driving dalam pengembangan kendaraan listrik modern.

Kedua produsen asal China tersebut berupaya memperkuat kemampuan teknologi berkendara cerdas untuk bersaing dengan Tesla, yang selama ini dikenal mengembangkan sistem bantuan mengemudi pada jajaran kendaraannya.

Bagi BYD, Denza Z9 GT menjadi salah satu model penting dalam memperkenalkan teknologi unggulan perusahaan kepada konsumen Eropa.

Sebelumnya, mobil ini juga menjadi kendaraan pertama BYD yang membawa teknologi pengisian daya supercepat ke pasar Eropa. Setelah itu, teknologi serupa turut diperkenalkan pada SUV berukuran besar BYD Atto 8.

Dengan strategi tersebut, bukan tidak mungkin God's Eye CNOA akan diperluas ke model BYD lainnya setelah diperkenalkan melalui Denza Z9 GT.

 

Mengandalkan Chip 4nm dengan Komputasi 700 TOPS

Di pasar domestiknya, China, Denza Z9 GT telah mengadopsi sistem bantuan pengemudi God's Eye 5.0 ADAS.

Sistem ini ditenagai Xuanji A3, sebuah system-on-chip (SoC) dengan proses fabrikasi 4 nanometer (nm) yang diklaim sebagai teknologi pertama di China dalam kategorinya.

Chip tersebut memiliki kemampuan komputasi puncak mencapai 700 TOPS (Tera Operations Per Second). Angka ini menggambarkan kemampuan pemrosesan hingga 700 triliun operasi per detik.

Kapasitas komputasi tersebut digunakan untuk mengolah berbagai data yang dikumpulkan oleh perangkat sensor kendaraan secara real-time.

Perangkat pendukungnya mencakup sensor LiDAR, radar gelombang milimeter (millimeter-wave radar), sensor ultrasonik, serta kamera yang ditempatkan di sejumlah bagian bodi kendaraan.

Kombinasi perangkat keras dan perangkat lunak tersebut memungkinkan sistem mengenali kondisi lingkungan sekitar kendaraan sebagai dasar untuk memberikan bantuan berkendara.

Namun, kemampuan komputasi tinggi tidak serta-merta menjadikan kendaraan sepenuhnya otonom. Pada penerapan God's Eye CNOA yang diumumkan untuk Eropa, pengemudi tetap bertanggung jawab mengawasi perjalanan dan memastikan kendaraan beroperasi dengan aman.

Kehadiran teknologi tersebut memperlihatkan arah pengembangan BYD dalam menghadirkan kendaraan listrik premium yang tidak hanya mengutamakan performa dan kenyamanan, tetapi juga kemampuan berkendara cerdas.

Dengan rencana peluncuran God's Eye CNOA di Eropa pada 2027, Denza Z9 GT berpotensi menjadi salah satu model penting dalam strategi BYD menghadapi persaingan teknologi otomotif global.