Bunyi Gluduk pada Kaki-Kaki Mobil, Ini Penyebab dan Solusinya

Suara gluduk-gluduk dari bawah mobil bisa menandakan kerusakan pada kaki-kaki kendaraan. Cari tahu penyebab dan cara mengatasinya di bawah ini.

Diterbitkan 07 Oktober 2025, 12:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bunyi tidak wajar dari bagian bawah mobil, seperti suara gluduk-gluduk, sering kali menjadi tanda adanya masalah pada komponen kaki-kaki kendaraan. Jika dibiarkan, kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan serta menimbulkan kerusakan lanjutan.

Kaki-kaki mobil berperan penting dalam menjaga kestabilan dan keseimbangan kendaraan di berbagai kondisi jalan. Karena letaknya yang berada di bagian bawah dan sering menerima benturan, komponen ini memerlukan perhatian serta perawatan rutin.

Dilansir dari laman resmi Suzuki, Selasa (6/10/2025), berikut penjelasan mengenai penyebab umum bunyi gluduk pada kaki mobil beserta solusi penanganannya.

Penyebab Bunyi Gluduk pada Kaki-Kaki Mobil

1. Karet Bushing Mengendur atau Menipis

Karet bushing berfungsi meredam getaran dan menstabilkan pergerakan antar komponen logam di bagian suspensi. Ketika aus atau mengendur, bushing tidak lagi mampu menahan guncangan dengan baik, sehingga menimbulkan bunyi benturan saat mobil melewati jalan bergelombang.

2. Tie Rod, Rack End, atau Rack Steering Aus

Komponen ini menjadi penghubung antara roda depan dan sistem kemudi. Apabila sudah aus akibat usia pemakaian atau sering melewati jalan rusak, pengendalian mobil akan terasa longgar dan muncul bunyi klotok atau gluduk terutama saat berbelok.

3. Shockbreaker atau Support Shockbreaker Rusak

Shockbreaker berfungsi meredam hentakan dan menjaga stabilitas kendaraan. Jika kondisinya lemah atau penopangnya (support) longgar, getaran dari jalan akan langsung terasa dan menghasilkan suara benturan dari bawah kendaraan.

4. Ball Joint atau Laher Roda Bermasalah

Ball joint yang aus dapat menyebabkan roda bergerak tidak stabil dan menimbulkan suara logam bertumbukan. Sementara itu, laher roda (bearing) yang rusak umumnya menimbulkan suara mendengung ketika mobil melaju pada kecepatan tertentu.

5. Komponen Lain yang Mengalami Keausan

Selain komponen utama, bagian seperti stabilizer, bushing trailing arm, dan lower arm juga berpotensi menyebabkan bunyi gluduk apabila sudah aus. Kondisi ini umum terjadi pada mobil dengan usia pemakaian yang tinggi.

Solusi Mengatasi Bunyi Gluduk pada Kaki Mobil

1. Ganti Komponen yang Rusak

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengganti komponen yang sudah aus atau rusak di bengkel terpercaya. Penundaan perbaikan hanya akan memperburuk kerusakan dan meningkatkan biaya perawatan.

2. Lakukan Penggantian Karet Bushing

Apabila sumber bunyi berasal dari karet bushing yang menipis, segera lakukan penggantian. Penggantian ini sebaiknya dilakukan dengan bantuan teknisi profesional karena memerlukan alat khusus untuk pendongkrakan roda dan pemasangan ulang yang presisi.

3. Setel Ulang Shockbreaker

Setelah mengganti shockbreaker atau komponennya, pastikan dilakukan penyetelan ulang baut dan pengikatnya. Tanpa penyetelan yang tepat, komponen dapat kembali longgar dan menimbulkan bunyi serupa dalam waktu singkat.

4. Periksa dan Rawat Secara Berkala

Lakukan pengecekan rutin pada bagian bawah kendaraan, terutama setelah menempuh perjalanan jauh atau melewati jalan rusak. Pemeriksaan berkala di bengkel resmi akan membantu mendeteksi kerusakan sebelum menimbulkan gejala serius.

5. Gunakan Suku Cadang Asli dan Berkualitas

Hindari penggunaan komponen tiruan dengan kualitas rendah karena dapat memengaruhi kinerja sistem suspensi dan kemudi. Gunakan selalu suku cadang asli agar daya tahan serta kenyamanan berkendara tetap terjaga.

Bunyi gluduk pada kaki-kaki mobil merupakan indikasi adanya keausan atau kerusakan pada salah satu komponen suspensi. Penyebabnya bisa berasal dari karet bushing, tie rod, shockbreaker, maupun ball joint yang sudah tidak berfungsi optimal.

Solusi terbaik adalah melakukan pemeriksaan di bengkel resmi, mengganti komponen yang rusak, serta menjaga perawatan berkala agar sistem suspensi selalu dalam kondisi prima. Dengan langkah ini, stabilitas mobil tetap terjaga dan kenyamanan berkendara pun meningkat.