Sukses

Daihatsu Dirikan Pusat R&D di Malaysia, Kenapa Tidak di Indonesia?

Liputan6.com, Jakarta - Perodua atau Daihatsu di Malaysia berencana untuk melakukan riset dan pengembangan (research and development/R&D) dalam waktu dekat. Raksasa asal Jepang ini, tidak hanya ingin membuat lebih banyak mobil, tapi juga mengembangkan model pada level yang lebih tinggi.

Melansir Paultan, saat ini jenama asal Jepang tersebut sudah mencapai kemampuan untuk pengembangan bodi bagian atas, dengan dukungan dari prinsipal. Tujuan selanjutnya, bekerja membangun pusat R&D di kawasan Asia Tenggara.

Dijelaskan CEO Perodua, Datuk Zainal Abidin Ahmad, tujuan pusat R&D ini tidak hanya merancang kendaraan untuk Malaysia saja, tapi juga Indonesia dan Thailand. Dan saat ini, perusahaan tengah bekerja keras untuk menjadi pusat R&D di Asia Tenggara.

Meskipun, pihak Perodua mengakui, jika Daihatsu memiliki operasional yang sangat besar di Indonesia. "Dalam hal R&D, saat ini R&D Perodua memiliki peralatan pengujian, investasi, dan fasilitas yang lebih besar dari Indonesia," tegasnya.

Saat ini, kemampuan R&D Perodua meliputi desain bodi atas, desain teknik, pengembangan suku cadang lokal, serta kemampuan untuk melakukan proyek facelift besar.

Tapi, langkah besar selanjutnya, ada model berikutnya yang akan menggunakan platform baru Daihatsu New Global Architecture (DNGA).

Hal tersebut, diharapkan akan menjadi SUV baru, D55L yang akan datang akhir tahun ini. Selain SUV, empat model berbasis DNGA lainya belum diutarakan dengan detail.

2 dari 2 halaman

Nilai investasi

Sementara itu, terkait pemenuhan untuk merancang model untuk Asia Tenggara, Zainal mengatakan, akan tetap ada perbedaan produk masing-masing.

"Misalnya, mereka bisa meminta kami untuk mengembangkan model merek Daihatsu untuk pasar Indonesia. R&D kami mampu melakukan itu, tetapi itu tidak berarti bahwa kami (Perodua) mengambil model itu dan membuatnya untuk pasar Malaysia, " tukasnya.

Investasinya sendiri untuk membangun pusat R&D ini, sebesar 1,4 miliar ringgit Malaysia, dan 18 persen sudah digunakan untuk membangun fasilitas, seperti laboratorium mesin, jalur unit, ruang termal, laboratorium VPT, pusat uji emisi, dan studio desain atau pusat penelitian.

Loading