Sukses

Global NCAP Imbau Sepeda Motor di Indonesia Wajib ABS, Ini Alasannya

Liputan6.com, Bali - Angka kecelakaan yang terjadi di Indonesia masih cukup tinggi, terlebih untuk sepeda motor. Melihat hal tersebut, Global New Car Assesment Programme (Global NCAP) mengimbau kepada pemerintah untuk mempertimbangkan penggunaan teknologi pengereman canggih, seperti ABS (Anti-lock braking System) untuk kendaraan roda dua.

Pernyataan tersebut, sejalan dengan kampanye #StopTheCrash yang dilakukan Global NCAP yang bekerja sama dengan ASEAN NCAP, di Garuda Wisnu Kencana Cultural Park, Bali, Indonesia.

Dalam kampanye tersebut dilakukan demonstrasi langsung terkait penggunaan teknologi untuk menghindari kecelakaan. Ada empat teknologi yang difokuskan, yaitu Electronic Stability Control (ESC), Autonomous Emergency Braking (AEB), Anti-lock Braking Systems (ABS) for motorcycles, dan Blind Spot Detection (BSD).

Sementara itu, dengan kecelakaan sepeda motor yang menjadi perhatian utama di kawasan ini, acara tersebut menyoroti pentingnya menggunakan ABS untuk sepeda motor, dan deteksi area buta untuk menurunkan angka kecelakaan lalu lintas, terutama untuk sepeda motor.

Teknologi yang dipromosikan dalam kampanye tersebut, diklaim memiliki potensi untuk menyelamatkan ribuan nyawa setiap tahun, dan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) telah mengembangkan standar internasional untuk membantu mendorong negara-negara di seluruh dunia untuk menggunakan teknologi tersebut.

"Kami akan sangat fokus khusus pada teknologi yang membantu melindungi pengendara sepeda motor, seperti sistem peringatan Blind Spot untuk pengemudi dan ABS untuk pengendara. Ini adalah sistem keselamatan yang sangat penting di Indonesia dan di seluruh wilayah ASEAN, di mana pengendara sepeda motor dan moped secara tidak proporsional terwakili dalam kecelakaan lalu lintas jalan," ujar David Ward, President of Global NCAP and Chairman of the Stop The Crash Partnership.

2 dari 3 halaman

ASEAN NCAP

Sementara itu, Khairil Anwar bin Abu Kassim, Sekretaris Jenderal ASEAN NCAP mengatakan, peluncuran stop the Crash di Bali, Indonesia ini adalah acara ketiga setelah Stop the Crash di Malaysia pada 2016 lalu, dan di Bangkok, Thailand pada 2017 lalu.

"Pemerintah Malaysia mengumumkan penyesuaian wajib Electronic Stability Control di mobil penumpang baru, pada Juni 2018. Kami berharap acara ini akan menjadi katalis bagi Pemerintah Indonesia untuk menginisiasi hasil yang sama untuk keselamatan kendaraan di Republik Indonesia," pungkasnya.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Rem ABS pada Sepeda Motor Butuh Perawatan Khusus, Benarkah?
Artikel Selanjutnya
Motor Diwajibkan Pakai Rem ABS, Simak Kelebihan dan Kekurangannya