Sukses

Mengenal Perbedaan Mendasar dari MPV, SUV, dan Crossover

Liputan6.com, Jakarta - Pasar otomotif di Tanah Air memiliki berbagai segmen, mulai dari multi purpose vehicle (MPV), sport utility vehicle (SUV), crossover, hatchback, citycar, dan juga low cost green car (LCGC). Dengan banyaknya jenis kendaraan, sudah tentu membuat konsumen dalam memilih mobil yang tepat.

Nah, sekarang kita bakal bahas tiga segmen mobil yang tengah merajai pasar Indonesia, yaitu MPV, SUV, dan crossover. Lalu, sebenarnya apa perbedaan mendasar di antara tiga model tersebut?

Seperti dilansir laman resmi Ibid, MPV atau sebutan lainnya adalah mobil keluarga karena mobil ini dirancang untuk memuat tujuh penumpang dengan bagasi luas. Desain MPV sengaja dibuat tinggi dan lebar, agar ruang kabinnya luas. Atau jika diperlukan, kursi bisa dilipat, sehingga kapasitas bagasinya menjadi sangat luas.

Sedangkan SUV lebih dikenal dengan mobil jip dahulu kala. SUV berkembang setelah mobil pekerja atau pickup lahir. Karena SUV ini dirancang dengan struktur body on frame atau bodi yang terletak di atas sasis. Karena berbasis mobil pekerja maka SUV ini awalnya ditujukan bagi mereka yang gemar berpetualang dengan mengendarai mobil.

Dengan ground clearance yang tinggi membuat SUV dapat digunakan untuk melintas di jalur off-road, mulai dari batu dan tanah hingga lumpur. Adanya sasis membuat struktur mobil lebih kuat dan tidak mudah berubah bentuknya.

Sayangnya, struktur model tersebut membuat bobot mobil menjadi lebih berat sehingga konsumsi bahan bakar biasanya lebih boros dibanding MPV. Kenyamanan penumpang juga bukan paling utama untuk jenis mobil ini.

2 dari 2 halaman

Crossover

Atas dasar itu kemudian berkembang lagi mobil crossover. Banyak pemilik SUV yang tidak lagi menghabiskan waktu di jalan tanpa aspal, malah sekarang ini kebanyakan mobil SUV dipakai untuk bepergian ke kantor atau perjalanan ke luar kota. Hadirnya crossover bisa dibilang sebuah perpaduan antara penampilan tangguh ala SUV dengan kenyamanan sedan.

Crossover sudah menggunakan struktur unibody atau monokok, di mana sasis dibuat menyatu dengan rangka bodi. Alhasil, bobot menjadi lebih ringan, yang otomatis berdampak pada iritnya konsumsi bahan bakar. Karena crossover ditargetkan untuk penggunaan di jalur aspal, maka kemampuan off-road SUV tidak disematkan pada mobil ini.

Namun, kini semua istilah baru ini pun kian tumpang tindih karena banyak produsen yang juga menghadirkan crossover berkemampuan semi off-road.

Ada juga beberapa mobil SUV yang dibuat dengan struktur unibody, dengan tujuan menekan konsumsi bahan bakar. Begitu juga mobil MPV, ada yang dibangun dengan struktur body on frame seperti Toyota Kijang Innova.

Loading
Artikel Selanjutnya
MPV dengan Dukungan Komponen Global Mengusir Rasa Khawatir
Artikel Selanjutnya
Toyota Raize Laris Manis, Lihat 6 Fitur Unggulannya