Sukses

Volvo XC40 Sabet Gelar Mobil Terbaik 2018 di Eropa

Liputan6.com, Jenewa - Gelaran penghargaan mobil terbaik versi Eropa, resmi disabet Volvo XC40. Penghargaan ini, menyusul prestasi pabrikan asal Swedia sebelumnya, yang berhasil membawa Volvo XC60 sebagai mobil terbaik di Jepang 2017-2018.

Menurut Hakan Samuelsson, President and CEO Volvo Cars, kemenangan Volvo XC40 sebagai mobil terbaik Eropa ini, merupakan waktu yang tepat.

"Volvo sekarang memiliki tiga SUV untuk pasar global. XC40 akan menjadi kontributor yang kuat untuk pertumbuhan lebih lanjut di segmen SUV kecil," jelas Hasan, disitat Paultan, ditulis Selasa (6/3/2018).

Volvo XC40 merupakan model pertama yang menggunakan Compact Modular Architecture (CMA), yang dikembangkan bersama Geely.

Sebagai juara, model ini sebelumnya telah bersaing dan menyisihkan 37 mobil baru yang diluncurkan 2017, atau tersedia di akhir 2017, di lima negara atau lebih untuk pasar Eropa.

Selain itu, para calon mobil terbaik se-Eropa ini juga telah lolos pengujian.

Untuk para nominasi pemilihan mobil terbaik Eropa ini, antara lain Alfa Romeo Stelvio, Audi A8, BMW 5-Series, Citroen C3 Aircross, Kia Stinger, Seat Ibiza, dan Volvo XC40 tentunya.

1 dari 2 halaman

Volvo Produksi Mobil Tanpa Menghasilkan Emisi Karbon

Sebuah produk otomotif bisa diklaim ramah lingkungan, tapi satu hal yang terpenting adalah bagaimana proses produksi yang dilakukan agar tetap ramah lingkungan. Poin tersebut dibuktikan oleh Volvo, dengan menghilangkan emisi karbon di salah satu pabriknya di Sweden.

Pabrikan yang dikenal dengan sistem keselamatan pada mobilnya tersebut menerapkan pemanas 'climate neutral' untuk digunakan di pabriknya di Skövde.

Dilansir Carscoops, bahan bakar yang digunakan sepenuhnya dari sisa pembakaran, biomass, dan bio-fuel yang didaur ulang. Dipadukan dengan sistem kelistrikan yang berasal dari sumber energi terbarukan, hasilnya adalah pabrik pertama yang bebas emisi karbon.

Stuart Templar, Volvo’s Director for Sustainability, mengatakan," Ini adalah momen membanggakan untuk pabrik Skövde dan peduli terhadap lingkungan adalah salah satu nilai utama kami. Bersamaan dengan rencana kami untuk mengelektrifikasi mobil Volvo mulai tahun 2019, proses pengoperasioan pabrik climate-neutral akan mengurangi jejak karbon secara signifikan, mendukung upaya global menghindari perubahan iklim."

Volvo berencana untuk membuat semua pabriknya agar bebas karbon pada 2025. Dikabarkan pabrikan asal Jerman, yaitu BMW akan menggunakan energi terbarukan untuk pabriknya pada 2020 mendatang.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: