Sukses

Begini Cara Warga Belanda Lintas Benua Gratis Pakai Mobil Listrik

Liputan6.com, Yogyakarta Salah satu kendala mobil listrik adalah jarak tempuh yang terbatas mengingat stasiun pengisian listrik juga tidak banyak. Itulah kesulitan mobil listrik untuk bepergian jarak jauh. Namun, hal tersebut tidak menjadi kendala bagi pria asal Belanda yang berhasil pergi lintas benua menggunakan mobil listrik.

Wiebe Wakker asal Belanda bercita-cita bepergian ke Australia menggunakan mobil listrik tanpa mengeluarkan uang sepeser pun. Untuk mencapai tujuannya ini, Wiebe memulai proyek plugmein. Konsepnya sederhana, Wiebe akan bepergian dengan konsep berbagi energi.

Melalui laman plugmeinproject, warganet yang mendukung proyek ini akan membagi lokasinya dan memberikan dukungan berupa energi listrik, makanan, atau tempat untuk bermalam. Sebagai gantinya, Wiebe akan menawarkan sebuah botol ramah lingkungan bagi yang mendukung perjalanannya.

Konsep perjalanan ini membuat rute perjalanan tidak menentu, karena Wiebe bergerak dari satu lokasi ke lokasi lain berdasarkan donatur energi. Hal ini yang menjadi tantangan dan keunikan dari perjalanan melintas benua yang satu ini.

Mobil listrik yang digunakan terbilang unik. "Mobilnya adalah Volkswagen Golf Variant. Mobil ini telah diubah dari mesin konvensional menjadi mobil listrik pada tahun 2009," ungkap Wiebe kepada Liputan6.com melalui surat elektronik. Spesifikasinya cukup menggiurkan, motor elektrik menghasilkan tenaga 150 kW (setara 201 Tk). Baterainya 37 kWh dengan jarak tempuh mencapai 200 km. Dalam kondisi ideal, pengisiannya membutuhkan waktu 14 jam.

Sampai saat ini, Wiebe bersama mobil listriknya sudah menempuh setidaknya 31 negara dengan jarak tempuh lebih dari 52.000 kilometer. Wiebe mengklaim tidak menggunakan bahan bakar satu tetespun. Saat ini Wiebe berada di Indonesia, lebih tepatnya di Yogyakarta. 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

2 dari 2 halaman

Kembangkan Suara Mobil Listrik, Mercedes Duet dengan Linkin Park

Mobil listrik dikenal sebagai kendaraan ramah lingkungan, baik dari segi emisi gas buang maupun suara. Sehingga pejalan kaki sulit untuk menyadari saat ada mobil listrik yang lewat. Namun, hal tersebut akan segera berubah. Mercedes-AMG telah merangkul Linkin Park untuk mengembangkan suara buatan pada mobil Mercedes-AMG mendatang.

Dilansir Jalopnik, berdasarkan wawancara Wheels dengan Tobias Moers, Mercedes-AMG CEOperan pasti Linkin Park dengan suara AMG belum diketahui secara pasti. Ini merupakan salah satu project yang diumumkan setelah vokalis, Chester Bennington, mengakhiri hidupnya.

 

 

"Anda tahu Linkin Park? Saya telah berbicara dengan mereka tentang pendapat mereka mengenai suara elektrik. Kami memiliki kerja sama dengan Linkin Park selama bertahun-tahun. Kami sangat dekat," ungkap Tobias kepada Wheels.

Menggandeng grup musik untuk menentukan masa depan suara buatan pada mobil listrik memang terdengar unik. Namun, di masa depan yang akan semakin banyak populasi mobil listrik, suara buatan pada mobil merupakan suatu hal yang penting.

Karena suara mobil yang hening berpotensi mencelakai pejalan kaki atau pengguna jalan lainnya. Selain itu, mobil juga terasa membosankan.

Saat ini pemain besar mobil listrik seperti Nissan sudah mengambil langkah. Dengan membuat konsep mobil listrik yang bisa "bernyanyi", suaranya akan berbeda dibanding mobil konvesional.

Sedangkan Mercedes-AMG belum menentukan langkah secara pasti, apakah akan meniru mesin konvensional atau menciptakan suara yang benar-benar baru.