Sukses

Jangan Konsumsi Daging Berlebih untuk Hindari Risiko Penyakit Jantung

Liputan6.com, Jakarta Makanan daging memang menggoda. Banyak pula orang yang disukai. Daging itu bisa diolah untuk berbagai jenis masakan, seperti steak. Akan tetapi, terlalu banyak mengonsumsi daging ternyata bisa berbahaya untuk kesehatan.

Menurut sebuah penelitian, dampak mengonsumsi lebih berlebihan bisa mengganggu kesehatan jantung.

Para peneliti di Universitas Oxford mendesak masyarakat untuk mengurangi konsumsi daging merah dan olahan lainnya hingga tiga perempat.

Bahkan jika bisa, berhenti sama sekali jika ingin menurunkan kematian akibat penyakit jantung koroner.

Tim penelitian menemukan bahwa mengonsumsi 50g daging olahan, seperti sosis, per hari dapat meningkatkan risiko penyakit jantung sebesar 18 persen karena kandungan garam dan lemak jenuhnya yang tinggi.

Sementara untuk daging merah yang tidak peduli, seperti daging sapi atau domba, hanya tingkatkan risiko hingga 9 persen.

“Kami tahu bahwa produksi daging adalah penyumbang utama emisi gas rumah kaca dan kami perlu untuk mengurangi produksi dan konsumsi daging unutk memberikan manfaat bagi lingkungan. Studi kami menunjukkan bahwa pengurangan asupan daging merah dan olahan akan membawa manfaat terhadap kesehatan pribadi,” jelas Anika Knuppel penulis dari studi tersebut, dilansir dari The Guardian, Selasa (26/7/2021).

Anika menambahkan, tidak ada kesepakatan mengenai apa yang aman, tetapi sebaiknya konsumsilah sesedikit mungkin.

Asupan yang tinggi lemak jenuh dapat meningkatkan kolesterol kolesterol low-density lipoprotein (LDL) yang berbahaya untuk kesehatan.

 

Sementara garam yang berlebih juga akan meningkatkan hipertensi. Keduaya sama-sama berisiko tinggi. Namun, daging olahan memiliki risiko penyakit jantung koroner.

Secara global hampir 9 juta orang meninggal dunia setiap tahunnya karena jantung koroner. Kematian karna jantung tersebut disebabkan oleh salah satu arteri yang memasok darah ke jantung.

Para peneliti di Oxford's Nuffield Department of Population Health menganalisisnya. Mereka melacak 1,4 juta orang hingga 30 tahun untuk menetapkan secara pasti hubungan antara jantung koroner dengan daging merah.

Bahkan ternyata, asupan yang sedikit dari mengonsumsi daging merah atau olahan saja masih berisiko untuk kesehatan karena kanker usus.

 Reporter: Aprilia Wahyu Melati

 

 

BERANI BERUBAH: Wastafel Ala Difabel