Sukses

Studi: Musik dengan Tempo Cepat, Bikin Olahraga Terasa Lebih Mudah

Liputan6.com, Jakarta - Di era sekarang, banyak pegiat gym yang merasa tak bisa berolahraga dengan baik tanpa sepasang headphone dan musik favorit. Kini, sebuah studi terbaru memvalidasi pendekatan olahraga yang sering dilakukan di tempat-tempat fitness tersebut.

Melansir laman studyfinds.org, Selasa (4/2/2020), para peneliti dari Universitas Veroa di Italia menemukan bahwa lagu-lagu upbeat dan bertempo cepat dapat mengurangi kelelahan dan kesulitan saat berolahraga. Tak hanya itu, dengan mendengarkan musik bertempo cepat juga dapat meningkatkan manfaat olahraga secara keseluruhan.

Menurut penelitian tersebut, musik terbukti sangat membantu meningkatkan daya tahan tubuh seseorang saat berolahraga seperti berjalan atau berlari. Tapi tak banyak bermanfaat untuk orang-orang yang berolahraga demi menaikkan berat badan.

Dalam studi ini, tim peneliti ingin fokus dalam mengidentifikasi beberapa kualitas musik universal yang dapat membantu meningkatkan performa olahraga seseorang. Khususnya, musik jenis apa yang terbaik dalam meningkatkan beberapa jenis olahraga tertentu.

"Kami menemukan bahwa mendengarkan musik bertempo cepat saat berolahraga dapat lebih baik dalam meningkatkan fungsi jantung, dan menekan jumlah tenaga yang dikerahkan, dibandingkan mereka yang berolahraga tanpa mendengarkana musik," tutur Profesor Luca. P. Ardigo.

 

2 dari 2 halaman

Perhatikan Lirik

Para peneliti mengatakan, dampak dari musik sangat terlihat saat olahraga yang melatih daya tahan tubuh. Ke depannya, Ardigo mengatakan akan lebih fokus pada penelitian terhadap fitur-fitur musik seperti genre, melody atau lirik.

Ini bukan proyek penelitian pertama yang membuktikan bahwa musik dapat membantu seseorang saat berolahraga. Sejumlah studi telah lebih dulu menemukan bahwa musik dapat membantu para pegiat olahraga dari kelelahan berlebhian.

Meski begitu, cara seseorang menikmati musik tentu sangat subjektif. Artinya setiap orang memiliki selera musiknya masing-masing yang juga terpengaruh berbagai macam faktor personal dan kultural.

Loading
Artikel Selanjutnya
Instruktur Kebugaran Sulap Klub Malam Jadi Kelas Olahraga yang Ramah Penyandang Tuli
Artikel Selanjutnya
Berjalan Kaki di Mal, Suasana Baru Berolaharaga