RS di Jakarta Diinstruksikan Merawat Korban Bom

Korban luka dibawa ke RS MMC Kuningan dan RS Medistra, Jakarta Selatan. Di RS MMC, korban luka mencapai 106 orang. Menteri Kesehatan Achmad Sujudi memastikan biaya perawatan korban ditanggung pemerintah.

Diterbitkan 09 September 2004, 14:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Menteri Kesehatan Achmad Sujudi langsung menginstruksikan kepada seluruh rumah sakit di Jakarta untuk menerima dan merawat korban ledakan bom di depan Gedung Kedutaan Besar Australia, Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/9). Sujudi memastikan bahwa seluruh biaya perawatan korban baik luka maupun tewas ditanggung pemerintah. Hingga saat ini, jumlah korban tewas sudah mencapai empat orang. &quotSaya minta semua rumah sakit merawat korban [bom] sebagaimana mestinya. Tanpa memungut biaya apapun,&quot kata Sujudi [baca: Bom Mengguncang di Depan Kedubes Australia].

Pernyataan serupa disampaikan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso yang datang ke lokasi kejadian. Menurut dia, seluruh biaya perawatan ditanggung negara, dalam hal ini Pemerintah DKI Jakarta. Para korban cedera dibawa ke RS Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (MMC) dan RS Medistra, Jaksel. Di RS MMC, korban luka mencapai 106 orang. Sementara jumlah korban luka-luka yang dibawa ke RS Medistra belum diketahui secara pasti. Sejumlah korban juga ada yang dibawa ke RS Jakarta. Setelah dirawat, korban diizinkan pulang karena hanya mengalami luka ringan.

Peristiwa ini langsung berpengaruh ke laju perdagangan di Bursa Efek Jakarta. Hingga siang tadi, nilai tukar rupiah langsung melorot hingga menembus Rp 9.300 per dolar Amerika Serikat. Sebelumnya, rupiah dibuka pada level Rp 9.280 per dolar AS. Selama ini, rupiah bergerak stabil dan langsung melorot setelah peristiwa bom di Rasuna Said.(DEN/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6