Liputan6.com, Jakarta: Bagi warga Surabaya, Jawa Timur, lokalisasi prostitusi Dolly yang terletak di Kelurahan Banyu Urip, Kecamatan Sawahan, sudah tidak asing lagi. Berbagai usaha menyambung hidup serta kisah pilu anak manusia ada di lokasi ini. Adalah Trisnadi, seorang fotografer lepas yang kemudian mengabadikan kehidupan pelacur Dolly dalam foto hitam putih. Foto-foto bidikan Trisnadi ini dimasukkan dalam buku berjudul "Dolly: Hitam Putih Prostitusi" yang didiskusikan di British Council Jakarta, Rabu (11/8).
Kawasan Jalan Dolly merupakan kompleks pelacuran terbesar di Surabaya. Menurut catatan Yayasan Abdi Asih, yang bergerak di bidang penyuluhan HIV Acquired Immunodeficiency Syndrome AIDS. Pada 2001, sedikitnya ada 3.000 pekerja seks komersial yang berasal dari sejumlah kota di Jatim menghuni wisma-wisma atau bordil di Dolly.
Geliat dan denyut nafas kehidupan lokasi pelacuran terbesar di Surabaya inilah yang diabadikan fotografer lepas media cetak, Trisnadi. Ia menyelami keberagaman motivasi dan cerita dari para pelacur yang mencari penghidupan di sana. Trisnadi mengungkapkan, waktu pemotretan yang panjang merupakan risiko dari lokasi yang tertutup bagi kegiatan potret-memotret. Pengamanan kawasan lembah hitam yang cukup tertutup itu juga merupakan tantangan tersendiri bagi seorang fotografer.
Buku &quptDolly: Hitam Putih Prostitusi" ini tidak memasukkan seluruh foto Trisnadi tentang Dolly. Untuk menambah bobot isinya, buku ini juga dilengkapi beberapa puisi Dorothea Rosa Herliany, sastrawan yang menyelami dunia pelacuran di berbagai belahan dunia. Paduan foto dan puisi tentang pelacuran ini diharapkan menjadi bentuk penyadaran baru kepada publik tentang kemanusiaan dan moralitas di lokasi prostitusi.(DEN/Fransambudi dan Yon Helfi)
Kawasan Jalan Dolly merupakan kompleks pelacuran terbesar di Surabaya. Menurut catatan Yayasan Abdi Asih, yang bergerak di bidang penyuluhan HIV Acquired Immunodeficiency Syndrome AIDS. Pada 2001, sedikitnya ada 3.000 pekerja seks komersial yang berasal dari sejumlah kota di Jatim menghuni wisma-wisma atau bordil di Dolly.
Geliat dan denyut nafas kehidupan lokasi pelacuran terbesar di Surabaya inilah yang diabadikan fotografer lepas media cetak, Trisnadi. Ia menyelami keberagaman motivasi dan cerita dari para pelacur yang mencari penghidupan di sana. Trisnadi mengungkapkan, waktu pemotretan yang panjang merupakan risiko dari lokasi yang tertutup bagi kegiatan potret-memotret. Pengamanan kawasan lembah hitam yang cukup tertutup itu juga merupakan tantangan tersendiri bagi seorang fotografer.
Buku &quptDolly: Hitam Putih Prostitusi" ini tidak memasukkan seluruh foto Trisnadi tentang Dolly. Untuk menambah bobot isinya, buku ini juga dilengkapi beberapa puisi Dorothea Rosa Herliany, sastrawan yang menyelami dunia pelacuran di berbagai belahan dunia. Paduan foto dan puisi tentang pelacuran ini diharapkan menjadi bentuk penyadaran baru kepada publik tentang kemanusiaan dan moralitas di lokasi prostitusi.(DEN/Fransambudi dan Yon Helfi)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378118/original/094705800_1792490144-gus_iqdam_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5307544/original/024849800_1754469684-IMG_0583.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2845750/original/003475400_1562319949-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5288151/original/067339000_1752895807-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/420725/original/120804aPelacuran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)