Sukses

Diduga Telantarkan Anak-anak, Panti Asuhan Dilaporkan ke KPAI

KPAI sudah memproses kasus tersebut. Hanya saja, kasus itu berhenti di tengah jalan tanpa ada yang dihukum.

Sebuah panti asuhan di kawasan Gading Serpong Sumarecon, Tangerang, dilaporkan ke Komisi Perlindaungan Anak Indonesia (KPAI). Diduga panti itu menelantarkan anak-anak asuhnya.

Menurut Pelapor, AH (36), anak-anak yang tinggal di panti tesebut tidak mendapatkan fasilitas yang memadai dalam kehidupannya sehari-hari. Bahkan, sebanyak 30 anak-anak yang tinggal dipanti tersebut hanya diasuh oleh seorang pengasuh saja.

AH menjelaskan, mulai dari mandi dan masak semuanya dilakukan di garasi rumah. Karena fasilitas dapur dan kamar mandi tidak tersedia secara baik di panti itu. Maklum, lokasi panti ini adalah lokasi baru setelah pindah dari gedung panti yang lama yang berlokasi di Jalan Kelapa Gading barat, blok AG 15/17, Gading Serpong Sumarecon, Tangerang.

"Di lokasi yang baru itu tidak ada dapur dan fasilitas airnya juga belum ada. Jadi untuk kegiatan mandi cuci kakus dan masak itu di garasi. jadi saya lihat tadi anak-anak juga mandinya di depan halaman, dan ini menyedihkan," kata AH (36), saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Sabtu (22/2/2014).

Karena tak tega dengan anak-anak tersebut, akhirnya AH dan beberapa rekannya yang kerap mengunjungi panti asuhan tersebut melaporkan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terkait kondisi perawatan yang menyedihkan di panti tersebut.

"Setelah mengetahui hal tersebut, akhirnya saya membuat laporan pandangan mata dan melaporkan hal itu pada tanggal 11 Februari ke KPAI," tutur AH.

"Waktu saya melapor ke KPAI, KPAI bilang katanya bukan cuma saya saja yang melaporkan hal tersebut, katanya ada juga donor yang melaporkan hal serupa terhadap panti asuhan itu," ungkapnya.

AH yang juga merupakan salah satu donor untuk membantu anak-anak panti tersebut bersama rekan-rekannya juga melaporkan penelantaran tersebut ke Komnas Perlindungan Anak (PA) pimpinan Arist Merdeka Sirait.

"Dan saya juga berbicara dengan Pak Arist Merdeka Sirait terkait hal tersebut," kata AH. (Adm/Mut)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.