NasDem Soroti Kesehatan Mental Ibu, 57 Persen Alami Baby Blues

Kesehatan mental ibu di antaranya berlanjut dari baby blues menjadi depresi pascamelahirkan.

Diterbitkan 23 Oktober 2026, 18:36 WIB
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • 57% ibu di Indonesia alami baby blues, sebagian berlanjut depresi pascamelahirkan.
  • Dukungan keluarga dan lingkungan sangat penting untuk menjaga kesehatan mental ibu.
  • Talkshow NasDem bahas kesehatan mental ibu, ajak peduli dan beri dukungan.

Liputan6.com, Jakarta - Sekitar 57 persen ibu di Indonesia mengalami gejala baby blues, dan sebagian di antaranya berlanjut menjadi depresi pascamelahirkan. Kondisi ini menyoroti pentingnya dukungan keluarga dan lingkungan dalam menjaga kesehatan mental ibu, terutama selama masa kehamilan hingga setelah persalinan.

Persoalan tersebut dibahas dalam talkshow bertajuk Ruang Teduh Ibu: Damai dan Kekuatan Dalam Diri yang digelar DPP Bidang Perempuan dan Anak Partai NasDem, Garnita Malahayati NasDem, dan Akademi Perempuan NasDem di Ballroom NasDem Tower, Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Anggota Komisi I DPR Fraksi NasDem sekaligus Ketua Bidang Perempuan dan Anak DPP Partai NasDem, Amelia Anggraini, mengatakan ibu, terutama ibu muda, membutuhkan ruang untuk berbagi pengalaman dan menyampaikan persoalan kesehatan mental yang kerap luput dari perhatian.

Menurut Amelia, tanggung jawab pengasuhan tidak seharusnya dibebankan kepada ibu seorang diri. Dukungan dari suami, keluarga, dan lingkungan sekitar diperlukan agar ibu dapat menjalani masa kehamilan hingga setelah persalinan dengan lebih baik.

“Perempuan perlu didengar dan dibantu untuk keluar dari mitos supermom, seolah-olah seorang ibu harus selalu sempurna. Kesehatan mental ibu menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Amelia.

Ia menambahkan, kesehatan mental ibu merupakan bagian penting dalam membangun keluarga yang kuat sekaligus mendukung tumbuh kembang anak.

 

Keluarga Harus Peka

Sementara itu, Anggota Bidang Perempuan dan Anak DPP Partai NasDem, Sherlita Nabilah, menyoroti gejala baby blues dan depresi pascamelahirkan yang memerlukan perhatian lebih luas. Salah satu persoalan yang kerap dihadapi ibu adalah anggapan bahwa seluruh tanggung jawab mengasuh anak harus ditangani sendiri.

Sherlita mengajak keluarga dan orang-orang terdekat untuk lebih peka terhadap kondisi ibu agar mereka merasa didengar dan tidak sendirian dalam menghadapi tekanan pengasuhan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak para ibu lebih peduli terhadap kesehatan mentalnya sekaligus menyadarkan lingkungan sekitar akan pentingnya memberikan dukungan,” kata Sherlita.

Selain dukungan keluarga, Sherlita menyoroti pentingnya edukasi untuk meluruskan mitos seputar kehamilan, persalinan, dan pengasuhan anak yang masih berkembang di masyarakat. Dengan edukasi yang tepat, masyarakat diharapkan mampu membedakan kepercayaan turun-temurun dari fakta medis.

Talkshow yang digelar dalam rangka HUT ke-15 Partai NasDem tersebut dihadiri ratusan ibu dari berbagai daerah. Kegiatan ini juga diramaikan dengan pameran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta berbagai aktivitas edukatif.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6