Strategi Pramono Hadirkan Cuaca Sejuk Jelang Jakarta Running Festival 2026

Gubernur DKI Pramono Anung perintahkan modifikasi cuaca demi kenyamanan peserta Jakarta Running Festival 2026.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada tanggal 22-23 Oktober 2026 sebelum pelaksanaan Jakarta Running Festival (JRF) 2026.

"Sebenarnya kalau hari ini bisa, mulai hari ini. Jadi saya berharap bahwa mudah-mudahan sebelum pelaksanaan Jakarta Running Festival, Jakarta sudah lebih sejuk," kata dia di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (21/10/2026).

 

Pramono menegaskan Pemprov DKI Jakarta berkomitmen mendorong penurunan hujan hingga 25 Oktober agar suasana selama ajang lari internasional tersebut terasa lebih nyaman dan sejuk bagi para peserta.

"Tapi yang jelas, sampai dengan tanggal 25 itu sendiri saya sudah memerintahkan kalau memang bisa apa dibantu didorong untuk diturunkan hujan, kami akan menurunkan hujan," kata dia.

Perlu diketahui, Jakarta Running Festival 2026 mencatat pencapaian penting dengan meraih World Athletics Gold Label untuk kategori Half Marathon. Pencapaian tersebut menjadi bagian dari upaya membawa ajang lari di Jakarta semakin dekat dengan standar penyelenggaraan road race internasional.

Direktur Utama PT Kelompok Lari Anak Bangsa (KLAB), Dickie Widjaja, mengatakan penyelenggaraan tahun ini mengalami peningkatan dibanding edisi sebelumnya. Sejumlah masukan dari JRF 2025 menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan standar kompetisi.

“Jadi tahun ini kita sedikit menaikkan standarnya. Di mana MyBCA Jakarta Running Festival 2026 itu mendapatkan peringkat gold label untuk hak maratonnya,” ujar Dickie dalam konferensi pers JRF 2026. JRF 2026 juga disebut mendapat Label untuk kategori Marathon. Sementara itu, peningkatan standar tahun ini mencakup rute, aspek medis, dan anti-doping yang akan diaudit oleh pihak internasional.

 

Standar Internasional Jadi Fokus JRF 2026

Status tersebut membuat penyelenggara menyiapkan berbagai aspek lomba dengan standar yang lebih tinggi. Dickie menjelaskan rute, layanan medis, dan anti-doping menjadi bagian yang akan diaudit dalam penyelenggaraan tahun ini.

Peningkatan tersebut juga terlihat dari persiapan teknis di lintasan. Penyelenggara menghadirkan standar dan elemen lomba yang disebut biasa ditemukan dalam ajang maraton besar dunia.

Jakarta Running Festival 2026 turut menghadirkan pelari elite sebagai bagian dari peningkatan level kompetisi. Atlet yang diundang memiliki pengalaman tampil di sejumlah ajang maraton besar dunia.

Dickie menyebut pelari elite tersebut pernah meraih podium di Berlin Marathon dan Tokyo Marathon. Bahkan, ada pula atlet yang pernah mendapatkan medali di Olimpiade. Menurutnya, kehadiran pelari elite menjadi bagian dari keharusan untuk sebuah acara dengan status Gold Label.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), Luhut Binsar Pandjaitan, juga menyoroti perkembangan JRF 2026. Ia menyebut jumlah peserta maraton tahun ini meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah Blue SPR atau Shortest Possible Route. Penyelenggara mulai mengecat garis biru di rute maraton sebagai penanda jalur terpendek dalam lintasan.

Dickie menjelaskan pelari elite dan peserta yang mengejar catatan waktu akan mengikuti garis tersebut. Ia menyebut konsep serupa biasanya ditemukan di major marathon seperti Berlin, Tokyo, dan Chicago, dan kini hadir di Indonesia melalui Jakarta Running Festival.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6