Sukses

Yonarmed I/105, Armed Pertama Indonesia dengan Persenjataan Tua

Meski berusia 51 tahun, kekuatan armada tempur Yonarmed 1/105 Tarik Kodam Brawijaya, Malang, Jawa Timur, masih mengandalkan alutsista lama. Seperti meriam 76 mm, meriam 105 mm tarik, meriam 105 mm gerak sendiri, meriam 155 mm tarik, meriam 155 mm gerak sendiri, dan roket.

Pantauan Liputan6.com, Rabu (22/8/2013), dalam simulasi tempur Yonarmed I/105 Tarik mengerahkan 20 meriam kaliber 105 tarik buatan 1962. Dua meriam yang dipamerkan di antaranya ditarik masuk dengan 2 truk ke halaman Yonarmed.

Enam Personel dikerahkan untuk mengoperasikan 1 meriam secara manual mulai dari memasukkan peluru ke laras, membidik hingga menembakkan meriam buatan Amerika Serikat itu ke arah target.

Terdengar 4 kali tembakan hampa meriam dilesakkan. "Target hancur operasi berjalan sukses," kata sang komandan meriam di Malang, Rabu (22/8/2013).

Dalam simulasi itu, 50 personel juga memperagakan ilmu beladiri Yong Modo serta simulasi seorang prajurit mengalahkan 4 musuh bersenjata tajam dengan tangan kosong.

Yonarmed I/105 Tarik Kodam Brawjaya berkedudukan di Singosari, Malang, Jawa Timur, merupakan armed pertama di Indonesia yang resmi berdiri pada 11 Februari 1952 lalu.

Saat ini Yonarmed I/105 dikomandani Letkol Arm Aria Yudha, alumni Akademi Militer 1996. Dan wakil komandan dipegang oleh Kapten Arm David Eldo lulusan Akmil 2002.

Memiliki luas 30 hektare, Yonarmed I dihuni sekitar 545 personel yang dilengkapi rumah prajurit berkeluarga 300 kepala keluarga serta barak prajurit. Batalion yang merupakan pasukan bantuan tempur ini kerap dilibatkan dalam berbagai operasi militer seperti di Aceh, 2002 lalu dan pengamanan di Ambon, Maluku, 2007 lalu. (Ali)