Sukses

[VIDEO] Sungai Diduga Tercemar Berat, Tanah Sawah Mengeras

Baunya persis seperti bahan kimia. Saat terkena kulit, tak perlu menunggu lama hingga timbul rasa gatal.

Di sebuah desa di Jawa Tengah, keganjilan terlihat pada salah satu sungai sebagai sumber air. Air sungai yang biasa difungsikan untuk mengairi sawah itu diduga tercemar limbah industri.

Sepintas tak ada yang aneh pada sungai ini. Namun jika menyusuri sungai lebih jauh lagi, keanehan mulai terlihat, seperti yang tayang pada program SIGI SCTV, Minggu (7/7/2013). Terlihat jelas endapan berwarna putih dan agak berbusa di aliran air sungai itu. Berjalan makin jauh, makin banyak endapan putih berbusa yang nampak.

Sayangnya, beberapa petani masih mengambil air sungai yang sepertinya sudah tercemar ini. Sementara keganjilan sudah terlihat pada sawah-sawah masyarakat sekitar.

Sejumlah ladang sawah milik petani pun tanahnya tertutupi oleh semacam struktur yang mirip kertas. Belum lagi struktur tanah yang berubah. Berdasarkan pengakuan petani, tanah mereka lama-kelamaan menjadi keras

"Tanahnya yah keras. Nggak lentur seperti yang asli," kata salah satu petani.

Saat dilokalisir, 2 sumber air yang keluar dari pipa pembuangan salah satu pabrik yang dekat dengan persawahan warga, ditemukan aroma air yang tajam dan menyengat. Baunya persis seperti bahan kimia. Saat terkena kulit, tak perlu menunggu lama hingga timbul rasa gatal.

Untuk membuktikan air limbah pembuangan pabrik masih mengandung bahan kimia, sejumlah sampel air dari beberapa pabrik yang air pembuangannya mengalir ke beberapa desa diambil sampelnya. Hasil pengecekan laboratorium menunjukkan, batas toleransi baku mutu air benar-benar dilanggar jauh melebihi batas yang ditetapkan.

Artinya air sungai memang tercemar. Meski di satu sisi, kehadiran pabrik ini menguntungkan ekonomi masyarakat, namun pembuangan limbah yang tak bertanggung jawab harus diproses secara hukum. Lingkungan yang tercemar justru akan menjadi malapetaka bagi masyarakat. (Ndy)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.