Liputan6.com, Jakarta: Keluarga Direktur Utama PT Asaba Budi Harto Angsono yang tewas ditembak Sabtu (19/7) kemarin menduga, otak peristiwa pembunuhan ini adalah Gunawan Santosa alias Acin, mantan menantu korban. Sebabnya, pria ini kemungkinan sakit hati kepada korban yang telah menjebloskan dia ke penjara gara-gara terbukti menyelewengkan dana perusahaan sebesar Rp 25 miliar. Akibat kasus ini, Acin harus mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Kuningan, Jawa Barat, sampai akhirnya melarikan diri dari penjara pada Januari silam. Demikian disampaikan Fzi, satu di antara keluarga korban di Jakarta.
Menurut Fzi, keluarga besarnya sudah sering diancam akan dibunuh sejak 2000. Pelaku biasanya menyampaikan informasi tersebut melalui faksimili atau telepon. Namun pernah pula disampaikan langsung dalam sebuah obrolan di vila milik Acin di Sukabumi, Jawa Barat, beberapa waktu lampau. Dalam ancaman itu, kata Fzi, Acin menyebutkan tiga nama sasaran yakni Budi Harto, Direktur Keuangan PT Asaba Paulus Teja Kusuma yang terbukti telah ditembak Juni silam, dan adik ipar korban Steven Angsono. Lebih lanjut, kata Fzi, ancaman-ancaman itu semakin gencar setelah penembakan Paulus Teja Kusuma [baca: Direktur PT Asaba Ditembak]. "Mereka terutama Paulus dianggap berperan besar membongkar kasus korupsinya sehingga merusak masa depan dia dan keluarganya," jelas Fzi yang saat diwawancara tak bersedia memperlihatkan wajahnya.
Sampai Sabtu kemarin, jenazah Budi Harto masih disemayamkan di rumah duka Rumah Sakit Darmais, Jakarta Barat. Segenap sanak-saudara dan rekan bisnis korban tampak datang melayat. Mereka kelihatan masih sangat berduka. Sejauh ini, Kepolisian Resor Jakarta Utara masih mengumpulkan informasi dan bukti-bukti soal tindak kriminal yang terjadi di areal parkir Gelanggang Remaja Penjaringan, Jakut itu [baca: Direktur Utama PT Asaba Tewas Ditembak]. Kesimpulan sementara, pelaku berjumlah empat orang dan semuanya bayaran. Polisi juga terus memburu Acin yang kini masuk dalam daftar pencarian orang.
Selain Budi Harto, pengawalnya Sersan Dua TNI Edi Siyed, anggota Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat Grup C juga tewas ditembak dalam peristiwa ini. Edi tewas seketika dengan luka tembakan di kepala. Sementara Budi diberondong delapan butir timah panas di punggung. Kini mayat Edi masih diotopsi di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat.(MTA/Dewvina Oktora dan Yanuar Ichrom)
Menurut Fzi, keluarga besarnya sudah sering diancam akan dibunuh sejak 2000. Pelaku biasanya menyampaikan informasi tersebut melalui faksimili atau telepon. Namun pernah pula disampaikan langsung dalam sebuah obrolan di vila milik Acin di Sukabumi, Jawa Barat, beberapa waktu lampau. Dalam ancaman itu, kata Fzi, Acin menyebutkan tiga nama sasaran yakni Budi Harto, Direktur Keuangan PT Asaba Paulus Teja Kusuma yang terbukti telah ditembak Juni silam, dan adik ipar korban Steven Angsono. Lebih lanjut, kata Fzi, ancaman-ancaman itu semakin gencar setelah penembakan Paulus Teja Kusuma [baca: Direktur PT Asaba Ditembak]. "Mereka terutama Paulus dianggap berperan besar membongkar kasus korupsinya sehingga merusak masa depan dia dan keluarganya," jelas Fzi yang saat diwawancara tak bersedia memperlihatkan wajahnya.
Sampai Sabtu kemarin, jenazah Budi Harto masih disemayamkan di rumah duka Rumah Sakit Darmais, Jakarta Barat. Segenap sanak-saudara dan rekan bisnis korban tampak datang melayat. Mereka kelihatan masih sangat berduka. Sejauh ini, Kepolisian Resor Jakarta Utara masih mengumpulkan informasi dan bukti-bukti soal tindak kriminal yang terjadi di areal parkir Gelanggang Remaja Penjaringan, Jakut itu [baca: Direktur Utama PT Asaba Tewas Ditembak]. Kesimpulan sementara, pelaku berjumlah empat orang dan semuanya bayaran. Polisi juga terus memburu Acin yang kini masuk dalam daftar pencarian orang.
Selain Budi Harto, pengawalnya Sersan Dua TNI Edi Siyed, anggota Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat Grup C juga tewas ditembak dalam peristiwa ini. Edi tewas seketika dengan luka tembakan di kepala. Sementara Budi diberondong delapan butir timah panas di punggung. Kini mayat Edi masih diotopsi di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat.(MTA/Dewvina Oktora dan Yanuar Ichrom)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375195/original/050145200_1792134418-Screenshot_2026-10-16_132433.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375276/original/040735700_1792137600-cek_fakta_-_ustaz_wijayanto_-bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374518/original/013435400_1792054116-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-15T154739.817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495483/original/029586100_1770372285-sherly_tjoanda_klaim_giveaway.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/396395/original/200703aPenembakan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)