Pindah Bangkai Lion Air dari Laut, 2 Skenario Disiapkan

Tim evakuasi harus berhati-hati dalam pemindahan bangkai pesawat itu. mampukan 2 skenario ini memindah bangkai pesawat dengan aman?

Diterbitkan 16 April 2013, 00:10 WIB
Copy Link
Batalkan
Sejumlah skenario dibuat untuk memindahkan bangkai pesawat Lion Air dari laut sebelah barat landas pacu Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Setidaknya ada 2 skenario yang dipersiapkan untuk memindah bangkai pesawat nahas itu.

"Semuanya masih didiskusikan, mana yang paling mungkin dilakukan," kata Ketua Sub Komite Penelitian Kecelakaan Transportasi Udara Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Masruri kepada Liputan6.com, Senin malam (15/4/2013).

Skenario pertama, pemindahan akan dilakukan dengan menggunakan crane setinggi sekitar 20 meter. Skenario ini bisa berjalan jika ketinggian crane dinilai tidak mengganggu penerbangan di Bandara Ngurah Rai. "Jika bisa, badan pesawat akan ditarik dengan crane ke tempat yang aman," tutur dia.

Skenario kedua, pemindahan akan dilakukan dengan balon yang didatangkan dari TNI AL Surabaya. Skenario ini dilakukan dengan cara meletakkan balon di bawah badan pesawat. "Balon ini membuat badan pesawat mengapung, sehingga bisa ditarik dengan kapal ke tempat yang aman untuk selanjutnya diteliti lagi," katanya.

Menurut Masruri, proses pemindahan badan pesawat secara aman memang sulit dilakukan. Sebab, laut di mana bangkai pesawat itu berada banyak terdapat baru karang. "Kami harus melakukan dengan hati-hati," ujar Masruri.

Tim evakuasi sudah mengangkat kotak hitam yang berisi Cockpit Voice Recorder (CVR) setelah 3 hari proses evakuasi. Kotak hitam atau black box itu diangkat sekitar pukul 19.00 wita. Sebelumnya, tim evakuasi telah menemukan kotak hitam yang berisi Flight Data Recorder (FDR). (Eks)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6