Sukses

Pelaku Penusukan Pedagang di Kebon Jeruk Ditangkap

Kasus penusukan seorang pedagang di Kebon Jeruk Jakarta Barat, terungkap. Polisi telah berhasil meringkus pelaku penusukan.

Liputan6.com, Jakarta - Kasus penusukan seorang pedagang di Kebon Jeruk Jakarta Barat, terungkap. Polisi telah berhasil meringkus pelaku penusukan.

Penangkapan pelaku dibenarkan Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol M Syahduddi.

"Iya benar pelaku sudah berhasil kita amankan," kata Syahduddi dalam keterangan tertulis, Kamis (23/5/2024).

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Andri Kurniawan menambahkan, pelaku atas nama MGS alias Galang (25) diamankan di Kampung Muara Bahari, Tanjung Priok Jakarta Utara.

Andri belum membeberkan secara gamblang penangkapan pelaku. Saat ini, pelaku sudah diamankan di Polres Metro Jakarta Barat guna menjalani pemeriksaan secara intensif.

"Saat ini, pelaku masih dilakukan pendalaman oleh tim penyidik untuk menggali lebih jauh motif dan kronologi kejadian," ujar dia.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Ditikam

Sebelumnya, Seorang pedagang meninggal dunia setelah ditikam oleh orang tak dikenal (OTK) di sebuah musala kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Peristiwa penusukan terekam kamera CCTV dan videonya viral di media sosial.

Terkait kejadian ini, Polsek Kebon Jeruk bersama dengan Polres Metro Jakarta Barat memburu pelaku penusukan.

Kapolsek Kebon Jeruk, Kompol Sutrisno menerangkan, kronologi kejadian. Mulanya, korban MS (71) hendak menunaikan salat Subuh. Saat sedang wudhu, ditusuk dari belakang oleh orang tak dikenal.

"Benar ada seseorang yang ditusuk oleh orang tak dikenal hendak melaksanakan salat Subuh. Korban MS berprofesi sebagai seorang pedagang," kata dia kepada wartawan, Kamis (16/5/2024).

Sutrisno mengatakan, korban dilarikan ke rumah sakit Graha Kedoya untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun naas korban dinyatakan meninggal dunia.

"Setelah 2 jam nyawa korban tidak tertolong," ujar dia.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.