Sukses

Indonesia Tampilkan Praktik Baik Cegah Pencemaran Danau Toba di World Water Forum 2024

Dalam World Water Forum 2024 di Bali, Indonesia akan menunjukkan praktik baik upaya mengatasi pencemaran Danau Toba, Sumatera Utara.

Liputan6.com, Badung Dalam World Water Forum 2024 di Bali, Indonesia akan menunjukkan praktik baik upaya mengatasi pencemaran Danau Toba, Sumatera Utara. World Water Forum ke-10 ini berlangsung pada 18—25 Mei 2024.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia membangun jaringan pipa Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Parapat yang terkoneksi di dua wilayah yaitu Parapat Kabupaten Simalungun dan Ajibata Kabupaten Toba.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan pembangunan jaringan IPAL bertujuan untuk mencegah pencemaran perairan Danau Toba sekaligus untuk mendukung pengembangan pariwisata di wilayah yang sudah ditetapkan Presiden Joko Widodo sebagai salah satu dari lima kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP).

Pembangunan infrastruktur ini akan membuat air limbah domestik rumah tangga dan perhotelan tidak mencemari Danau Toba.

“Cegah pencemaran perairan di Danau Toba merupakan praktik baik yang bisa diangkat dalam kegiatan World Water Forum ke-10,” kata Basuki, dalam keterangannya Jumat (17/5/2024).

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Jaringan IPAL Parapat

Pembangunan jaringan IPAL Parapat dikerjakan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumatera Utara sejak September 2020 dengan menghabiskan anggaran Rp59,42 miliar.

Jaringan IPAL Parapat dibangun mulai dari Jalan Sisingamangaraja, Terminal Sosor Saba dan Jalan Anggarajim, kemudian masuk IPAL Pantai Bebas, setelah itu IPAL diproses di bantaran area Sijambur Ajibata berdekatan dengan kolam fakultatif, maturasi, dan bak pengering lumpur.

World Water Forum ke-10 dengan tema besar “Water for Shared Prosperity”. Subtema penyelenggaraan World Water Forum ke-10 terdiri dari ketahanan dan kesejahteraan air, air untuk manusia dan alam, pengurangan dan manajemen risiko bencana, tata kelola, kerja sama dan diplomasi air, pembiayaan air berkelanjutan dan pengetahuan dan inovasi.

 

(*)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.