Sukses

Demo Gabungan Mahasiswa: Kawal Suara Rakyat Demi Demokrasi

Gabungan mahasiswa dari beberapa universitas berdiri dan berunjuk rasa ke Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jalan Medan Merdeka Barat Jakarta Pusat pada Jumat (19/4).

Liputan6.com, Jakarta - Gabungan mahasiswa dari beberapa universitas berdiri dan berunjuk rasa ke Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jalan Medan Merdeka Barat Jakarta Pusat pada Jumat (19/4). Mereka menyampaikan aspirasi untuk mengawal suara rakyat semi tegakknya demokrasi.

Koordinator Aksi, Raphael Zendrato menegaskan, hasil Pemilu khususnya Pilpres 2024 harus dihormati. Sebab hal tersebut adalah buah dari suara rakyat yang sudah disampaikan berdasarkan proses demokratis.

“Melalui rangkaian pemilihan umum yang sudah dilakukan dan hasil suara nyata Prabowo-Gibran mendapatkan perolehan suara sebanyak 96 Juta suara rakyat Indonesia, maka perlu diperhatikan untuk menghentikan tuduhan (negatif),” kata Raphael seperti dikutip Sabtu (20/4/2024).

Dia menilai, saat ini rakyat yang memberikan suara untuk Prabowo-Gibran memakai hati malah dipolitisasi. Sebaliknya, dukungan kepada Prabowo-Gibran malah dituding sebagai buah dari intervensi bantuan sosial dan adanya campur tangan pemerintah.

"Hentikan tuduhan mengenai suara hati rakyat Indonesia mengenai dukungannya kepada Prabowo-Gibran yang dicampur adukan dikarenakan adanya bantuan dan campur tangan pemerintahan," minta Raphael.

Raphael berharap, partisipasi publik dalam demokrasi perlu diapresiasi tinggi. Khususnya, dalam menghadapi hasil pemilu serta putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

“Semoga semua pihak bisa menunjukkan kedewasaan politik, menerima hasilnya dengan lapang dada serta bersedia bekerja sama demi kepentingan dan kemajuan bangsa,” harap dia.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Soal Sengketa Pilpres

Terkait sengketa Pilpres, dia pun meminta kepada hakim konstitusi bisa menolak permohonan gugatan paslon nomor urut 01 dan 03 serta menolak Megawati Soekarno Putri menjadi Amicus Curae.

"Kami elemen mahasiswa akan terus memantau dan mengawal jalannya proses pemilu demi memastikan bahwa nilai-nilai demokrasi dan keadilan akan tetap ditegakkan serta serentak menolak permohonan gugatan paslon 01 & 03 dan kami juga menolak ibu mega menjadi Amicus Curae atau sahabat pengadilan," minta dia.

Ditambahkan oleh kelompok barisan pelopor milenial, pada aksi yang sama, menyampaikan dukungan dan ucapan atas kemenangan Prabowo-Gibran, hasil perolehan suara yang diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Menurut dia, Prabowo-Gibran mewakili suara mayoritas rakyat yang telah berpartisipasi dalam proses demokrasi.

“Kami percaya, Prabowo-Gibran memiliki komitmen untuk menjalankan setiap program-program yang sudah dikampanyekan kami yakin Indonesia akan mencapai potensi yang sesungguhnya,” ujar Marthin selaku Koordinator kelompok barisan pelopor milenial.

Marthin meyakini, sebagai elemen masyarakat, pihaknya memiliki peran dalam membangun masa depan dan harus bersatu mendukung pemerintahan demi kepentingan dan kemajuan bangsa.

“Kami barisan pelopor milenial nusantaran ingin menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Prabowo-Gibran kami yakin bahwa dengan kepemimpinan mereka Indonesia akan terus berkembang dan menjadi kuat di mata dunia," dia menandasi.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.