Sukses

Menteri Perhubungan Sebut Semua Pihak Bekerja Keras Amankan Arus Balik Lebaran

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengungkap semua petugas gabungan, baik dari TNI, Polri, Pemerintah telah bekerja keras dalam memberikan pelayanan dan pengamanan selama arus balik lebaran yang akan mencapai puncaknya, hari ini.

Liputan6.com, Jakarta Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengungkap semua petugas gabungan, baik dari TNI, Polri, Pemerintah telah bekerja keras dalam memberikan pelayanan dan pengamanan selama arus balik lebaran yang akan mencapai puncaknya, hari ini.

Menurut dia, kerja keras saat arus balik lebaran itu dibuktikan saat dirinya melihat semua pihak bekerja siang malam sampai kurang tidur demi memantau pergerakan arus lalu lintas dari para pemudik yang kembali dari kampung halaman.

"Tadi malam saya melihat bahwa apa yang dilakukan luar biasa. Tapi untuk diketahui rekan-rekan, teman-teman di lapangan ini semuanya tidak tidur," kata Budi saat jumpa pers di GT Cikampek Utama, Senin (15/4/2024).

Dia pun berharap dengan kerja keras dari petugas menyiapkan kelancaran arus balik, turut diikuti oleh sikap dari para pemudik yang mematuhi setiap imbauan petugas.

"Jadi saya luar biasa terharu, oleh karenanya masyarakat harus mensupport, dengan mengantisipasi masing-masing kondisi," tutur Budi.

Adapun dia mencontohkan, seperti imbauan untuk menunda kepulangan bagi yang mendapatkan izin WFH pada 17-18 April, sebagaimana para ASN. Karena penundaan kepulangan sangat berguna untuk memecah arus mobilitas pemudik.

"Tentu apa yang kemarin yang diumumkan oleh pemerintah, Keputusan Presiden untuk memberikan toleransi WFH bagi ASN. Tolong dimanfaatkan. Harapannya apabila itu dimanfaatkan, maka nanti malam kepadatannya tidak maksimal," kata Budi.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Manfaatkan Jalur Arteri

Selanjutnya, Budi juga mengimbau kepada para pemudik memanfaatkan waktu istirahat dan mengisi bensin di jalur arteri.

Di mana, dengan lebih dahulu keluar exit tol terdekat, agar mencegah penumpukan di rest area.

"Saya barusan dapat informasi bahwa ada yang bensinnya habis. Jadi kalau sampai Semarang ya keluar Semarang dulu isi bensin. Keluarlah di sana sambil istirahat, sambil makan," ungkap Budi.

"Dengan itu dilakukan, maka rest area dan yang menghalangi di bahu jalan itu tidak terjadi. Memang kita tidak bisa memungkiri memang istirahat itu penting. Tapi kalau kita manfaatkan mampir di kota-kota itu, tentu ini membantu pihak keamanan," tuturnya.

3 dari 3 halaman

Hadapi Arus Balik Lebaran Malam Ini, Kapolri Siapkan Rute Arteri Jika Tol Macet

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, pihaknya bersama instansi terkait telah mempersiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas jelang puncak arus balik Lebaran 2024 yang diprediksi terjadi pada Senin (15/4/2024) malam ini.

"Nanti malam adalah puncak dari arus balik dan harapan kita semua siap untuk memberikan pelayanan," kata dia saat jumpa pers di GT Cikampek Utama KM 70.

Kapolri mengungkapkan, pelayanan nantinya akan berfokus untuk mengatur pemudik yang akan balik ke wilayah Jakarta dan sekitarnya. Di mana, dari data yang ada kemungkinan ada peningkatan sekitar 18 persen pemudik yang kembali dibanding tahun sebelumnya.

"Sehingga potensi kenaikan tadi sudah diprediksi sekitar 18 persen dari tahun 2023 dan ini mau tidak mau menjadi PR (pekerjaan rumah)," ungkap Sigit.

Oleh sebab itu, dia menyebut pihaknya telah menyiapkan jalur arteri sebagai rute alternatif menuju Jakarta. Opsi ini dipakai apabila ruas tol terjadi kemacetan parah saat arus balik Lebaran 2024.

"Apabila nanti terjadi kepadatan dan kemudian lalu lintas tidak bisa bergerak atau stuck, maka kita akan buka untuk masuk jalur arteri untuk beberapa waktu," kata Sigit.

Penggunaan opsi rute alternatif jalan arteri itu akan dipakai dengan melihat volume kendaraan yang melintas di tol. Apabila mengalami macet tidak bergerak, maka akan dialihkan ke arteri.

"Itu pun juga kita atur kalau memang di jalur arteri maksimal itu per jamnya hanya 800 kendaraan, apabila lebih dari itu kita tidak akan masukkan," jelas Sigit.

"Tentunya akan kita lakukan dengan hati2 dengan menghitung dari sisi kepadatan yang ada dan daya tampung di jalur tol dan jalur arteri sehingga kemudian 2-2nya bisa berjalan dengan baik,” tambahnya.

 

Reporter: Bachtiarudin Alam/Merdeka.com

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini