Program Makan Siang dan Susu Gratis Prabowo-Gibran Diklaim Bisa Meningkatkan Kualitas SDM

Tokoh Muda yang juga mengikuti jejak Maruarar Sirait keluar dari PDIP, Stefanus Gusma merasa yakin program makan siang dan pembagian susu gratis yang digagas oleh pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka punya niat baik.

Liputan6.com, Jakarta Tokoh Muda yang juga mengikuti jejak Maruarar Sirait keluar dari PDIP, Stefanus Gusma merasa yakin program makan siang dan pembagian susu gratis yang digagas oleh pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka punya niat baik.

Hal ini disampaikan saat menghadiri acara syukuran atas Pemilu 2024 yang berjalan aman dan damai yang diadakan oleh Sahabat Bang Ara di Surakarta, Sabtu (2/3/2024).

Perlu diketahui, Bang Ara merupakan panggilan dari Politikus Maruarar Sirait, di mana yang bersangkutan memilih keluar dari PDI Perjuangan (PDIP) dan kemudian mendukung pasangan Prabowo-Gibran. Adapun di Pemilu kali ini, PDIP memilih mengusung Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Sebagai bentuk dukungan akan program makan siang gratis tersebut, mantan kader PDIP ini juga membagikan makan siang dan susu gratis kepada masyarakat yang hadir dalam acara syukuran tersebut.

"Hari ini kita memberikan susu kepada para ibu hamil sebagai bentuk dukungan kita untuk calon generasi emas 2045," kata Gusma dalam keterangannya.

Dia mengklaim, program tersebut dapat meningkatkan kualiatas SDM Indonesia ke depannya.

"Kita meningkatkan kualitas SDM bagi anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah," klaim Gusma.

Sebelumnya, Calon wakil presiden nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka menyebut, program makan siang gratis bagi anak-anak baru dalam tahap uji coba.

"Ini kan kami uji coba dulu," kata Gibran di Solo, Jawa Tengah, dilansir dari Antara, Jumat (1/3/2024).

Menurut Wali Kota Surakarta ini, uji coba program makan siang gratis bagi anak-anak akan ada evaluasi, terutama melibatkan para siswa, orang tua siswa, guru, dan kepala sekolah.

"Ya nanti kalau ada masukan dievaluasi ya, pasti akan diperbaiki lagi skema-skema yang ada sekarang," ucap Gibran.

Meski demikian, ia enggan menjelaskan lebih lanjut terkait dengan program makan siang gratis. Sebab, Gibran mengaku, saat ini masih fokus menyelesaikan tugasnya sebagai Wali Kota Surakarta.

"Sekarang saya fokus dengan pekerjaan yang ada di Solo dulu," katanya.

 

Stefanus Gusma Mundur

Ketua Umum Pemuda Katolik (PK) Stefanus Gusma pamit mundur dari PDI Perjuangan. Gusma sapaan akrab Stefanus Gusma sendiri bergabung dengan PDIP sejak 2012, dan saat itu dia diajak lalu dimentori langsung oleh Maruarar Sirait.

“Iya, saya sudah pamit. Saya sudah sampaikan permohonan maaf, ucapan terima kasih dan sudah pamit dengan senior-senior saya di partai. Sempat mengirim text WA, dan saya juga membuat surat pengunduran diri sebagai pengurus Badiklatpus.” kata Gusma, yang pernah menjabat Ketua Presidium Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) 2009–2011 dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/1/2024).

Lalu langkah politik selanjutnya, Gusma terlihat terus mendampingi Calon Wakil Presiden (Cawapres) Nomor Urut 2 Gibran Rakabuming Raka kampanye di beberapa daerah mulai dari kunjungan kampanye ke berbagai tempat, seperti kunjungan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) akhir tahun 2023.

Lalu, aktif mendampingi komunitas relawan memenangkan pasangan calon presiden Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka yakni komunitas Solidaritas Anak Muda untuk Keberagaman dan Toleransi Indonesia (Sakti).

Terbukti saat acara kick off gerakan door to door 2 juta rumah SAKTI yang dihadiri Cawapres Gibran dinilai sebagai langkah menggaet suara untuk memenangkan paslon nomor urut 2 di Kota Solo, Kamis (11/1/2024).

Gusma juga menjelaskan alasan pengunduruan dirinya berkaitan dengan perbedaan pandangan dengan Partai ihwal Pilpres 2024.

"Pertimbangan saya pamit karena telah berbeda dengan partai soal Pilpres 2024. Saya rasa logis dan etisnya demikian. Dulu saat masih aktivis mahasiswa di Solo saya sudah jadi relawannya Pak Jokowi saat maju walikota, lalu ikut berjuang saat beliau maju Gubernur DKI, dan saat maju Pilpres dua kali. Saya juga koordinator door to door-nya Mas Gibran saat maju walikota Solo," jelas Gusma.

 

Langkah Pragmatis

Kader muda PDI Perjuangan, Yogen Sogen menilai hengkangnya Stefanus Gusma (Ketua PP Pemuda Katolik) dari PDI Perjuangan adalah sebuah keputusan pragmatis dan oportunis yang menangkap peluang di depan mata.

"Mungkin ada tawaran yang lebih menggiurkan di 02, dan mungkin juga beliau merasa terlalu lama berproses di PDI Perjuangan sehingga mencari jalan lain untuk menjadi sesuatu di lingkaran Prabowo-Gibran," ujar Yogen dikutip Minggu (28/1/2024).

Yogen menegaskan, sebagai kader PDIP, perlu kesabaran revolusioner dan kesadaran ideologis.

"Beliau senior saya, yang cerdik memanfaatkan peluang. Tapi bicara proses harusnya banyak sabar. Pilihan politik itu hak. Tapi perlu juga mengedepankan pertimbangan etis dalam menentukan pilihan apalagi mendukung calon pemimpin yang lahir dari pelanggaran etika berat," ujar dia.

"Sangat disayangkan, apalagi beliau sebagai ketua Pemuda Katolik yang seharusnya menjunjung tinggi etika dan moral, tapi kembali lagi itu adalah pilihan. Saya mendoakan semoga beliau sukses di kubu Prabowo-Gibran," ungkap Yogen.

Yogen menegaskan di PDI Perjuangan banyak pemain bintang yang cemerlang sehingga kader-kader muda perlu bersabar dalam proses.

"Kader PDI Perjuangan itu banyak pemain bintangnya, sehingga banyak dilirik partai lain. Tapi itulah konsekuensi logis PDI Perjuangan konsisten melahirkan kadernya. Saya dibentuk di PDI Perjuangan, dan saya meyakini proses yang baik akan berbuah baik, karena menjadi kader adalah memikul kesetiaan ideologis," ujar Jubir Muda TPN Ganjar-Mahfud tersebut.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6