Sukses

Sempat Dipeluk Ganjar, Tokoh Semar saat Ruwatan di Kampanye Akbar Solo Meninggal

Liputan6.com, Jakarta - Kabar duka datang di tengah kampanye akbar bertajuk 'Hajatan Rakyat' yang digelar pasangan capres-cawapres nomor urut tiga, Ganjar Pranowo-Mahfud Md di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (10/2/2024).

Dewan Empu Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Blacius Subono dikabarkan meninggal dunia usai pentas wayang orang dalam prosesi ruwatan Balai Kota Solo di Hajatan Rakyat Ganjar-Mahfud.

"Institut Seni Indonesia Surakarta Berduka. Selamat Jalan Pak Bono. Inna lillaahi wa inna ilaihi raji'uun. Rektor dan segenap civitas academica Institut Seni Indonesia Surakarta (ISI Solo) turut berduka cita atas berpulangnya salah seorang Empu dan purna dosen terbaik dari Program Studi Teater ISI solo, Blacius Subono,S.Kar., M.Sn," bunyi pernyataan resmi ISI Surakarta dikutip dari akun Instagram, @isi_surakarta pada Sabtu (10/2/2024).

Sebelumnya, Almarhum Bono sempat tampil memerankan tokoh Semar di hadapan Ganjar-Mahfud.

Namun, saat Ketua DPP PDI Perjuangan memberikan wayang Wisangeni kepada Ganjar, tiba-tiba Almarhum Bono terjatuh. Tubuhnya sempat menyenggol Ganjar dan langsung dipeluk oleh mantan gubernur Jawa Tengah itu.

"Semoga Almarhum diampuni segala kesalahan serta diterima segala amal ibadahnya oleh Tuhan Yang Maha Pengasih, dan keluarga yang ditinggal diberikan ketabahan," dikutip dari Instagram ISI Surakarta.

 

Reporter: Alma Fikhasari

Merdeka.com

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh ISI Surakarta (@isi_surakarta)

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Kampanye Akbar Ganjar-Mahfud di Solo

Ratusan ribu rakyat Solo Raya dan berbagai daerah di Indonesia membanjiri Benteng Vastenburg, Surakarta (Solo). Mereka menghadiri kampanye akbar pamungkas pasangan nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud Md.

Setelah melalui kirab di 11 titik dari Ngarsopuro menuju Benteng Vastenburg, calon presiden (capres) Ganjar Pranowo dan calon wakil presiden (cawapres) Mahfud Md memasuki lapangan disambut dengan sorak sorai rakyat yang sudah berkumpul sejah subuh meski diguyur hujan dan gerimis. 

Pada kampanye akbar hari terakhir ini, Mahfud MD mengawali acara dengan memimpin pembacaan doa dan sholawat badar. "Ridhailah perjuangan kami untuk menjaga berkah dan rahmat-Mu kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jadikanlah pemilu 2024 sebagai pemilu yang membuka pintu langit barokah-Mu untuk Indonesia. Jauhkan Indonesia dari kesewenang-wenangan dan kezaliman pemimpinnya," ucap Mahfud dalam doanya.

Ganjar memberikan orasi sebelum bertolak ke Semarang untuk kampanye akbar pamungkasnya. "Hari ini di Solo Raya kita mau tunjukkan bahwa rakyat, bahwa kita, punya kekuatan dengan nurani kita untuk menentukan sikap di tanggal 14 Februari nanti," kata Ganjar. 

Mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode ini juga mengapresiasi masyarakat yang tumpah ruah saat dirinya diarak menuju Benteng Vastenburg. "Kami melihat mata-mata rakyat yang penuh semangat, kami melihat senyum dan tawa rakyat yang juga memberikan semangat."

 

3 dari 3 halaman

Ganjar: Suara Rakyat Suara Tuhan

Semangat rakyat itu memberi kesan pada Ganjar. "Seorang pemimpin tidak boleh diam karena teriakan-teriakan yang ada di rakyat, tapi kita harus bisa merasakan. Saya dan Pak Mahfud Md mencoba merasakan dan mendengarkan dengan kampanye dan tidur di rumah rakyat," jelasnya. 

Di situ lah menurut Ganjar, dirinya mendengarkan keluh kesah soal harga beras yang mahal, pupuk yang langka, sulitnya mencari pekerjaan, dan susahnya akses kesehatan. Tidak hanya jasmani yang sehat, menurut Ganjar, politik juga harus sehat.

"Kalau semuanya sakit, maka bangsa ini juga akan sakit. Saya ingin berpesan, suara rakyat, suara Anda akan menentukan nasib bangsa ini," ungkapnya

"Kami hanya punya hati, kami hanya punya nurani, kami hanya punya keikhlasan untuk menentukan republik ini dan itu adalah suara Anda semuanya," imbuhnya..

Sesuai nomor urut paslon 3, Mantan Wakil Rakyat di DPR RI itu juga mengingatkan 3 janjinya. "3 memberikan pesan dan makna yang dalam. Kita taat pada Tuhan, kita patuh pada hukum, dan kita setia pada kehendak rakyat."

"InsyaAllah ASN, TNI, Polri, penyelenggara pemilu bisa netral. Jaga TPS-nya, penghitungannya, InsyaAllah suara rakyat adalah suara Tuhan," Ganjar memungkasi.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini