Sukses

Pemprov DKI Jakarta Bakal Atur Parkir dan Siapkan UMKM di Tebet Eco Park

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut Pemerintah Provinsi atau Pemprov DKI Jakarta bakal menertibkan kesemrawutan Tebet Eco Park dari parkir liar hingga pedagang kaki lima (PKL). Riza menilai masalah tersebut timbul akibat antusiasme masyarakat yang cukup tinggi.

"Kemarin kan sempat karena begitu antusias masyarakat banyak sekali itu parkir sementara di sana kapasitas parkir terbatas, jadi sampai parkir di pinggir-pinggir jalan, mengganggu ketertiban, kenyamanan pengguna jalan di sekitar situ, juga terjadi parkir liar," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (16/6/2022).

"Juga di situ pedagang-pedagang, pedagang kaki lima, asongan dan sebagainya," lanjut Riza.

Riza menyadari hal tersebut telah mengganggu kenyamanan warga sekitar Tebet Eco Park. Dia menyebut bakal mengatur tempat parkir dan menyediakan UMKM.

"Nah itu juga mengganggu lingkungan sekitar dan warga sekitar untuk itulah kami lakukan sementara ditutup ditertibkan nanti akan disiapkan tempat-tempat yang ada akan kita maksimalkan nanti akan disiapkan tempat untuk kuliner gitu untuk UMKM di situ," kata Riza.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta memutuskan menutup sementara Tebet Eco Park Jakarta Selatan (Jaksel) untuk pemeliharaan taman dan fasilitas. Kabar tersebut diinformasikan melalui akun resmi Twitter @DKIJakarta pada Rabu 15 Juni 2022.

Selain itu, kebijakan menutup sementara Tebet Eco Park juga sebagai persiapan penetapan kawasan tersebut menjadi zona emisi rendah di setiap akhir pekan.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Anies Panggil Wali Kota Jaksel

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merespons keberadaan Tebet Eco Park yang dipenuhi Pedagang Kaki Lima (PKL) dan parkir liar dengan memanggil Wali Kota Jakarta Selatan (Jaksel) Munjirin dan Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Suzi Marsitawati.

Keduanya dipanggil Anies Baswedan ke Balai Kota DKI Jakarta dan hadir pada hari ini, Selasa (14/6/2022). Munjirin dan Suzi Marsitawati mengikuti rapat awal terkait penanganan Tebet Eco Park. 

Munjirin menyebut, Anies sudah memberikan arahan untuk menyelesaikan sejumlah masalah di Tebet Eco Park. Namun, dia tidak banyak berkomentar saat ditanyai soal apa yang disampaikan Anies dalam rapat tersebut."

"Ya tadi ada petunjuk-petunjuk dari Pak Gubernur," kata Munjirin singkat saat ditemui di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa.

Munjirin mengatakan, rapat masih akan dilanjutkan untuk membahas penyelesaian masalah secara teknis. Dia menyebut, Anies memberikan sejumlah arahan untuk menyelesaikan masalah PKL dan parkir liar di Tebet Eco Park.

"Kita mau rapatin besok teknisnya. Iya untuk diberesin semua yang kemarin dikeluhkan," kata dia.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya meresmikan objek wisata Tebet Eco Park pada akhir April 2022, guna menyediakan kawasan hijau di Ibu Kota.

Tebet Eco Park juga menjadi tempat wisata baru bagi warga Jakarta. Taman hijau itu sekarang menjadi tempat alternatif untuk warga Ibu Kota yang hendak menghabiskan waktu libur.

Namun, sejumlah masalah dikeluhkan pengunjung dan warga sekitar. Mulai dari ditemukannya parkir liar hingga keberadaan pedagang kaki lima (PKL).

3 dari 3 halaman

Fasilitas Dinilai Masih Kurang

Tebet Eco Park menjadi tempat wisata baru bagi warga Jakarta. Namun, sejumlah pengunjung menilai perlu ada tambahan fasilitas umum di Tebet Eco Park, Jakarta Selatan.

Fasilitas umum yang dimaksud adalah ketersediaan toilet yang memadai dan mushola. Salah satu pengunjung menyebut jumlah toilet di Tebet Eco Park kurang banyak.

"Airnya sih bersih tapi toiletnya kurang karena di sini pengunjungnya banyak cewek. Kurang puas lah," ujar salah satu pengunjung Nia ketika ditemui di Tebet Eco Park, Jakarta Selatan, seperti dilansir Antara.

Senada dengan Nia, seorang pengunjung lainnya, Sari, menyarankan kepada pengelola taman untuk menambah jumlah bangku di Tebet Eco Park, yang bisa membuat pengunjung beristirahat sejenak.

Meski merasa perlu tambahan fasilitas umum, Nia dan Sari mengaku senang dapat menikmati keindahan taman baru di Kota Jakarta. Menurut mereka, Tebet Eco Park juga memberikan kesejukan.

Tapi, supaya pengunjung merasa lebih nyaman, kedua wanita ini berharap saran mereka terkait fasilitas umum dapat dipertimbangkan oleh pengelola Tebet Eco Park atau Taman Tebet.

"Barangkali ditambahin tempat wudhu dan toilet, biar enggak ngantri banyak dan jadi kotor. Lahan parkir juga di luar jadi gak teratur," bebernya.