Harga Obat dan Alat Kesehatan Melonjak, DPR Minta Kapolri Sikat Mafia dan Penjual Nakal

Geram Harga-Harga Obat Dan Alat Kesehatan Digoreng Melambung, Sahroni: Saya Minta Kapolri Sikat Mafia dan Seller Nakal!

Diperbarui 05 Juli 2021, 10:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang kian mencekam, masyarakat kini dihadapkan dengan melambungnya harga alat-alat kesehatan, vitamin, hingga oksigen.

Kenaikan ini tidak hanya terjadi pada obat terkait penanganan Covid-19 seperti Invermectin atau multivitamin, namun juga pada alat-alat seperti pengukur oksigen oxymeter hingga masker. Selain itu, kenaikan juga tidak hanya ditemukan di lapangan, namun juga di e-commerce.

Menanggapi fenomena ini, Wakil Ketua Komisi III DPR RI asal Fraksi Partai Nasdem Ahmad Sahroni  menilai praktek ini sama sekali tidak bisa dibenarkan dan tidak masuk akal.

"Ini sudah parah. Saya amati beberapa barang, misalnya oxymeter, harganya biasa di bawah seratus ribu, kini jadi masuk ke Rp 200 ribu, bahkan ke Rp 300 ribu. Lalu juga obat Ivermectin, yang biasanya Rp 5 ribu hingga Rp 7 ribu per tablet, kini sampai hampir  Rp 200 ribuan per strip, bahkan harga susu beruang aja naik, hingga semua harga jadi tidak masuk akal,” ujar Sahroni dalam keterangannya hari ini (5/7/2021).

Karenanya, Sahroni meminta kepolisian untuk berkordinasi dengan pihak-pihak terkait demi menertibkan para penimbun dan mafia yang membuat harga barang menjadi tidak terkendali. Hal ini juga meliputi kordinasi dengan jasa-jasa e-commerse yang ada.

"Kepolisian wajib berkordinasi dengan e-commerce juga, seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Lazada, agar mereka bertanggungjawab menjaga harga. Harus ada unit khusus di e-commerce yg mengawasi seller-seller nakal ini. Kalau sudah pasang harga tak wajar, tutup saja tokonya,” sambung dia.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tak Boleh Ambil Keuntungan

Sahroni juga menyebut, bahwa dalam kondisi prihatin seperti saat ini, tidak seharusnya pihak-pihak tertentu mengambil keuntungan dengan melakukan penggelembungan harga.

"Masa warga udah banyak yang darurat membutuhkan, tapi harganya malah dinaikkan? Nurani kita di mana? Untuk para penjual, silakan ambil untung, tapp saat sekarang buka lah perasaan sedikit untuk membantu orang banyak pada masa pandemi ini,” demikian Sahroni.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • liputan6
    Penyebaran Covid-19 ke seluruh penjuru dunia diawali dengan dilaporkannya virus itu pada 31 Desember 2019 di Wuhan, China
    COVID-19
  • liputan6
    PPKM Darurat adalah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat yang hanya diterapkan di wilayah Jawa-Bali.
    PPKM Darurat