Sukses

5 Hal Terkait Kondisi Terkini Gunung Semeru yang Berstatus Waspada

Dilansir Antara, saat ini aktivitas kegempaan Gunung Semeru teramati awan panas guguran sebanyak satu kali dengan amplitudo 20 mm dengan durasi 1.445 detik.

Liputan6.com, Jakarta - Usai mengalami erupsi pada Selasa, 1 Desember kemarin, aktivitas vulkanik Gunung Semeru kini berada pada level II atau waspada.

Meski aktivitas vulkanik cenderung menurun pada Rabu (2/12/2020), Badan Geologi PVMBG Pos Pengamatan Gunung Api Semeru meminta masyarakat waspada terjadinya guguran lava dan awan panas.

Dilansir Antara, saat ini aktivitas kegempaan Gunung Semeru teramati awan panas guguran sebanyak satu kali dengan amplitudo 20 mm dengan durasi 1.445 detik.

"Gempa guguran sebanyak 11 kali dengan amplitudo 7-20 mm dengan durasi 110-250 detik," ujar Kepala Subbidang Mitigasi Gunung api Wilayah Barat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Nia Haerani saat dihubungi per telepon dari Lumajang, Rabu (2/12/2020).

Sementara, gempa tremor harmonik tercatat sebanyak dua kali dengan amplitudo 1-2 mm selama 1.798-2.400 detik.

Melihat ini, warga diimbau agar tetap waspada terkait gugurnya kubah lava di Kawah Jonggring Saloko, Gunung Semeru, di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Berikut deretan hal terkait kondisi terkini Gunung Semeru

Saksikan video pilihan di bawah ini:

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 6 halaman

1. Masih Keluarkan Awan Panas

Sampai saat ini, Rabu (2/12/2020), Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl) masih menyemburkan awan panas guguran.

"Berdasarkan pengamatan pada Selasa pukul 00.00 sampai 06.00 WIB teramati awan panas guguran dengan jarak luncur 2.500 meter mengarah ke tenggara," ujar Kepala Subbidang Mitigasi Gunung api Wilayah Barat PVMBG Nia Haerani saat dihubungi, Rabu (2/12/2020).

3 dari 6 halaman

2. Status Waspada

Menurut Nia, kondisi Gunung Sameru saat ini berstatus level ll atau waspada. Oleh karen itu pihaknya mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas dalam radius 1 km dan wilayah sejauh 4 km di sektor lereng selatan-tenggara kawah aktif yang merupakan wilayah bukaan kawah aktif Gunung Semeru Semeru (Jongring Seloko) sebagai alur luncuran awan panas.

"Masyarakat juga diminta mewaspadai gugurnya kubah lava di Kawah Jongring Seloko," ujar dia.

Sebelumnya, Bupati Lumajang Thoriqul Haq sempat meminta masyarakat waspada ketika hujan turun. Karena sewaktu-waktu airnya bisa meluap akibat lahar panas Semeru yang memenuhi Daerah Aliran Sungai (DAS) Curah Kobokan.

"Saya mengimbau masyarakat yang ada di sekitar DAS lahar Semeru untuk waspada bila hujan turun karena dimungkinkan akan menjadi arus sungai dari lahar Semeru meluas ke permukiman," kata dia.

4 dari 6 halaman

3. Warga Mengungsi ke Pos Pantau Candipuro

Akibat trauma akan guguran awan panas Gunung Semeru yang terjadi pada Selasa, 1 Desember 2020 terulang kembali, kini warga yang awalnya mengungsi di rumah masing - masing, akhirnya pindah ke sekitaran Gunung Sawur.

Diketahui, ada sekitar 300 warga mengungsi di Pos Pantau Gunung Semeru di Gunung Sawur, Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Selasa malam kemarin.

"Takut mas, karena ini awan panas. Takut seperti tadi malam (Selasa dinihari-red), gempa terasa dank e rumah juga horek (bergetar). Dulu juga pernah kejadian seperti ini, sekitar tahun 1990 ke atas lah," ujar salah satu pengungsi di Pos Pantau Gunung Sawur, Rahmad, seperti dikutip dari Times Indonesia, ditulis (2/12/2020).

Kemudian, berdasarkan pantauan dari petugas pos pantau Gunungapi Semeru, diketahui Gunung Semeru masih terus alami guguran awan panas dan lava pijar. Hingga malam hari, guguran lava pijar meluncur dari kawah Jonggring Saloko hingga jarak 1 kilometer.

5 dari 6 halaman

4. PMI Lumajang Selalu Dampingi Pengungsi

Hingga saat ini, Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Lumajang terus mendampingi para pengungsi.

Diketahui dari data PMI, para pengungsi berasal dari sejumlah desa yang berada di sekitar lereng Semeru, yang memang lebih dekat ke Gunung Sawur.

Seperti dari Dusun Kajar Kuning, Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. 

Tak hanya itu, pihak PMI pun telah menyediakan Logistik bagi para pengungsi, berupa ratusan bungkus makanan.

"Logistik berupa nasi bungkus untuk pengungsi sudah kami siapkan sedari siang tadi. Informasi yang kami terima dari BPBD, ada sekitar 300 pengungsi," kata salah satu staf PMI Lumajang, Endah.

Proses pendampingan ini rencananya akan terus dilakukan oleh PMI hingga situasi aman.

 

6 dari 6 halaman

5. Tim SAR Gabungan Siaga

Tim SAR gabungan bersiaga di wilayah terdampak letusan Gunung Semeru, tepatnya di dua kecamatan yang berada di lereng gunung itu di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (1/12/2020).

Kegiatan siaga itu dilakukan oleh unsur gabungan, seperti dari BPBD kabupaten Lumajang, Kodim 0821 Lumajang, Kantor SAR Surabaya, Polres Lumajang, Dinas Sosial, PMI, SAR Langit, Biting Rescue, Semut Gunung Indonesia dan sejumlah relawan lainnya.

"Kantor SAR Surabaya telah mengirimkan sebanyak dua tim operasi ke lokasi terdampak, satu tim dari Kantor SAR Surabaya dan satu tim lagi dari Pos SAR Jember," kata Kasi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya I Wayan Suyatna.

Selama bertugas, lanjut dia, tim operasi Kantor SAR Surabaya bersinergi dengan sejumlah pihak untuk melakukan siaga selama 24 jam dan bersiap jika sewaktu-waktu diperlukan upaya evakuasi terhadap warga.

 

(Fifiyanti Abdurahman)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.