Sukses

Jabatan Wakapolri Dihidupkan Kembali

Liputan6.com, Jakarta: Setelah sempat ditiadakan, Polri kembali menghidupkan posisi Wakil Kepala Polri. Komisaris Jenderal Polisi Kadaryanto yang sebelumnya menjabat Deputi Sumber Daya Manusia Kapolri menempati posisi tersebut. Surat keputusan mengangkat Kadaryanto ditandatangani langsung oleh Kapolri Jendral Polisi Da`i Bachtiar di Jakarta, Senin (21/10). Itu bersamaan dengan mutasi 30 perwira tinggi dan menengah di Mabes Polri.

Posisi Wakapolri diadakan saat Presiden (kala itu) Abdurrahman Wahid menonaktifkan Kapolri Jenderal Pol [baca: Chaeruddin Ismail Dilantik Menjadi Wakapolri]. Surojo Bimantoro. Kala itu, Gus Dur mengangkat Chaeruddin Ismail sebagai Wakapolri melalui Keputusan Presiden Nomor 77 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Polri. Tujuannya, untuk menggantikan posisi Kapolri yang akan ditinggalkan Bimantoro. Posisi Wakapolri lantas menjadi polemik karena Chaeruddin yang sebelumnya berpangkat Inspektur Jenderal baru dinaikkan menjadi Komisaris Jenderal. Nah, jika menjadi Kapolri kepangkatan Charuddin harus dinaikkan kembali menjadi jenderal penuh.

Bimantoro menolak digantikan Chaeruddin. Alasannya, posisi Wakapolri tak ada dalam struktur Polri. Gus Dur tak mau kalah. Dia memberhentikan Bimantoro dan mengangkat Chaeruddin. Bimantoro masih tetap bertahan dengan dukungan bekas petinggi Polri dan sejumlah Pati dan Pamen. Saat itulah sempat terjadi dualisme kepemimpinan di tubuh Polri. Bimantoro kembali menjabat Kapolri setelah Gus Dur dilengserkan dari kursi kepresidenan [baca: Presiden Megawati Menetapkan Kembali Bimantoro sebagai Kapolri]. Seperti halnya Gus Dur, Chaeruddin pun didepak dari kursi Kapolri.

Masih soal mutasi, sejumlah Kepala Kepolisian Daerah juga ditarik ke Mabes Polri. Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Sutanto menjadi Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan Polri. Kapolda Kalsel, Sulut, Jateng, Papua, Kaltim juga ditarik ke Mabes. Menurut rencana, pengukuhan dan pengangkatan Kapolda baru akan dilakukan dalam waktu dekat.(AWD/Christiyanto dan Doni Indradi)