Liputan6.com, Jakarta: Keberadaan rumah hantu tak sekadar cerita. Di kawasan elite Pondok Indah, Jakarta Selatan, berdiri tegak rumah kosong yang dipercayai sebagai rumah hantu. Ahad (22/9) malam, beredar kabar seorang penjual nasi goreng menghilang di rumah yang terletak di Jalan Raya Metro Pondok Indah itu. Dia lenyap setelah mengantar nasi pesanan seorang yang berada di dalam rumah. Sedangkan gerobak nasi yang belakangan dibawa Kepolisian Metro Sektor Kebayoran Lama, Jaksel tertinggal di depan rumah.
Untuk mengetahui kebenaran kabar tersebut, baik warga sekitar maupun pengguna jalan memadati depan rumah. Akibatnya, jalan kira-kira sepanjang satu kilometer antara pusat perbelanjaan Pondok Indah Mal hingga bundaran jembatan layang Lebak Bulus, Jaksel, padat merayap.
Kepala Polsek Metro Kebayoran Lama Komisaris Polisi Yaya Ahmudiarto membantah kabar tersebut. "Itu hanya isu yang sengaja dihembuskan," kata Yaya. Dia juga membantah rumah itu dihuni makluk halus, sehingga dikosongkan. Sebaliknya, menurut Yaya, rumah itu kosong karena pemiliknya terjerat utang di bank. Seperti yang tertulis di atas kertas yang ditempel di depan rumah, aset itu dikuasai oleh Bank Mandiri.
Menyoal garis polisi yang melingkari pagar seng rumah, Yaya mengatakan, itu sengaja dipasang untuk pengamanan. Jadi,"bukan karena ada orang hilang," tutur Yaya. Dia juga membantah mengamankan gerobak milik penjual nasi goreng. "Tak ada itu di depan rumah," ujar Yoyo.
Sebetulnya, jauh sebelum kabar ini mengemuka, rumah yang tampak angker dipandang itu dikabarkan dihuni sekeluarga. Mereka dibantai kawanan perampok yang menguras isi rumah. Setelah itu, pernah suatu waktu, rumah itu dibeli sebuah keluarga. Namun, mereka tak betah tinggal di situ karena dihantui arwah keluarga penghuni rumah.
Selain itu, beredar cerita-cerita seram berbagai versi tentang rumah tersebut. Karena itulah, rumah itu tak laku dijual Rp 50 juta. Bahkan, sekarang ini harga rumah itu merosot mencapai Rp 10 juta. Padahal, harga rumah di kawasan Pondok Indah mencapai miliaran rupiah. Mengenai kebenaran cerita-cerita itu belum dapat dibuktikan oleh akal. Tapi paling tidak, penjelasan Kapolsek Kebayoran Lama dapat menjadi pegangan.(AWD/Rike Amru dan Erwin Arief)
Untuk mengetahui kebenaran kabar tersebut, baik warga sekitar maupun pengguna jalan memadati depan rumah. Akibatnya, jalan kira-kira sepanjang satu kilometer antara pusat perbelanjaan Pondok Indah Mal hingga bundaran jembatan layang Lebak Bulus, Jaksel, padat merayap.
Kepala Polsek Metro Kebayoran Lama Komisaris Polisi Yaya Ahmudiarto membantah kabar tersebut. "Itu hanya isu yang sengaja dihembuskan," kata Yaya. Dia juga membantah rumah itu dihuni makluk halus, sehingga dikosongkan. Sebaliknya, menurut Yaya, rumah itu kosong karena pemiliknya terjerat utang di bank. Seperti yang tertulis di atas kertas yang ditempel di depan rumah, aset itu dikuasai oleh Bank Mandiri.
Menyoal garis polisi yang melingkari pagar seng rumah, Yaya mengatakan, itu sengaja dipasang untuk pengamanan. Jadi,"bukan karena ada orang hilang," tutur Yaya. Dia juga membantah mengamankan gerobak milik penjual nasi goreng. "Tak ada itu di depan rumah," ujar Yoyo.
Sebetulnya, jauh sebelum kabar ini mengemuka, rumah yang tampak angker dipandang itu dikabarkan dihuni sekeluarga. Mereka dibantai kawanan perampok yang menguras isi rumah. Setelah itu, pernah suatu waktu, rumah itu dibeli sebuah keluarga. Namun, mereka tak betah tinggal di situ karena dihantui arwah keluarga penghuni rumah.
Selain itu, beredar cerita-cerita seram berbagai versi tentang rumah tersebut. Karena itulah, rumah itu tak laku dijual Rp 50 juta. Bahkan, sekarang ini harga rumah itu merosot mencapai Rp 10 juta. Padahal, harga rumah di kawasan Pondok Indah mencapai miliaran rupiah. Mengenai kebenaran cerita-cerita itu belum dapat dibuktikan oleh akal. Tapi paling tidak, penjelasan Kapolsek Kebayoran Lama dapat menjadi pegangan.(AWD/Rike Amru dan Erwin Arief)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346108/original/077588800_1789110397-cek_fakta_cpns_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511150/original/031336900_1771895236-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-24T080652.405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353288/original/089120400_1789959015-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-21T094827.860.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354245/original/038987000_1790044500-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-22T093245.164.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/380169/original/240902aRmhHantu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)