Sukses

6 Fakta Gedung Ambruk di Palmerah

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah gedung ambruk di Jalan Brigjen Katamso, Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat pada Senin pagi sekitar pukul 09.30 WIB.

Gedung ambruk tersebut berlantai 4 dan digunakan untuk minimarket. Warga sekitar pun terkejut dengan kejadian yang tiba-tiba itu.

Salah seorang pegawai minimarket, Firman (22) mengungkapkan detik-detik ambruknya bangunan ruko tersebut. Saat gedung ambruk, beberapa pegawai sedang mengecek ketersediaan barang di gudang yang berada di lantai 2.

Sekitar pukul 09.15 WIB berdasarkan pengakuan Firman, terdengar suara gemuruh mirip gerombolan tikus yang sedang berlarian di atap minimarket. Tak lama, gedung pun ambruk.

Aparat kepolisian langsung turun ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Kami sedang mengecek dan olah TKP bangunan rubuh," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus dalam keterangannya, Senin (6/1/2020).

Berikut fakta-fakta gedung ambruk di Palmerah, Jakarta Barat dihimpun Liputan6.com:

 

2 dari 8 halaman

Kronologi Kejadian dari Pegawai Minimarket

Sebuah gedung lantai empat di Jalan Brigjen Katamso, Slipi, Palmerah, Jakarta Barat ambruk pada Senin (6/1/2020) pagi. Runtuhnya bangunan yang digunakan untuk minimarket itu pun mengejutkan warga setempat.

Salah seorang pegawai minimarket, Firman (22) mengungkapkan detik-detik ambruknya bangunan ruko tersebut. Saat gedung ambruk, beberapa pegawai sedang mengecek ketersediaan barang di gudang yang berada di lantai 2.

Firman menceritakan, sekitar pukul 9.15 WIB, terdengar suara gemuruh mirip gerombolan tikus yang sedang berlarian di atap minimarket. Rasa panik bercampur penasaran merasuki pikiran Firman saat bosnya menengok ke arah luar.

"Tiba-tiba saja atasan saya melihat tembok sudah mulai retak, saat itu juga kami semua langsung mengevakuasi diri," kata Firman.

Demikian juga dengan pegawai lainnya, Rizal (28). Ia yang sedang berada di meja kasir bergegas menginstruksikan para pembeli keluar meninggalkan gedung sebelum ambruk. Saat itu, ia melihat atap gedung sudah retak.

"Semua pembeli kita suruh keluar, tak lama kemudian gedung rubuh," cerita Rizal.

 

3 dari 8 halaman

11 Orang Terluka

Laporan awal, insiden gedung ambruk ini melukai tiga orang, yaitu Febriani (27) warga Tanjung Duren Raya, Grogol Petamburan, Jakarta Barat; Muhammad Iqbal (37) warga Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan; dan Ervan Juliansyah (52) warga Kampung Gaga, Larangan Selatan, Tangerang.

Namun setelah ditelusuri, tim Basarnas menemukan delapan korban yang terjebak di lantai dua gedung. Total, 11 orang terluka dalam insiden ini dan telah dilarikan ke RS Tarakan dan RS Pelni.

"Pak Kapolres dari data korban sudah dapat dipastikan itu, tiga orang dapat lakukan evakuasi mandiri yang ada di toko, yang lima orang kita evakusi sama-sama dari dalam gedung tadi di lantai dua. Yang lagi melintas ojol itu sudah kita evakuasi ke RS dua lansia. Jadi clear," ujar Direktur Operasional Basarnas, Brigjen TNI (Mar) Budi Purnama.

 

4 dari 8 halaman

Gedung Tak Punya IMB

Gedung empat lantai yang ambruk di Jalan Brigjen Katamso, Kota Bambu Selatan, Palmerah Jakarta Barat diketahui tak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB).

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Penaman Modal dan Pelayan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta Benny Chandra.

"Enggak ada izinnya sama sekali di data DPMPTSP," kata Benny di Jakarta.

Benny juga mengatakan gedung tersebut juga melanggar izin menggelar kegiatan usaha. Bangunan yang berlokasi dekat turunan Flyover Slipi arah Tanah Abang, diketahui merupakan gedung lama. Namun, Benny tak mengetahui secara pasti kapan gedung itu berdiri.

"Enggak ada di PTSP (izinnya). Itu bangunan lama," kata Benny seperti dilansir dari Antara.

 

5 dari 8 halaman

Gedung Disebut Tak Layak

Tim Rescue Basarnas Jakarta mengomentari desain gedung minimarket berlantai empat yang ambruk.

Salah satu tim Rescue Basarnas, Rifan Kusrianto, menyebut kontruksi gedung ambruk itu tidak aman. Sebab, di bagian atas gedung terdapat banyak genangan air.

"Air sendiri tidak ada akses untuk turun. Jadi, air tersumbat," kata Rifan usai mengevakuasi korban di lokasi.

Rifan menjelaskan, kondisi dinding dan atap gedung telah mengalami penyerapan air yang berlebihan. Bahkan, plafon di lantai tiga dan empat sudah mulai lapuk akibat rembesan air.

"Di lantai 3 dan lantai 4 itu sudah terdapat genangan air, karena tidak adanya akses pembuangan air di bagian atas gedung. Jadi, menyebabkan di lantai 3-4 itu terjadi pelapukan," katanya menjelaskan.

 

6 dari 8 halaman

Masih Evakuasi dan Mulai Selidiki

Polisi mulai menyelidiki kasus ambruknya gedung di Kota Bambu Selatan, Slipi, Palmerah, Jakarta Barat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan, pihaknya akan memeriksa sejumlah saksi, termasuk pengelola gedung.

"Nanti kita lihat sambil berjalan, sekarang kita evakuasi dulu takutnya ada yang jatuh lagi dan kena lagi," kata Yusri saat dihubungi merdeka.com.

Namun, Yusri belum bisa memastikan kapan pihaknya akan memeriksa pengelola gedung sebagai saksi. Sebab, saat ini polisi dan petugas lainnya tengah fokus mengevakuasi korban yang tertimbun reruntuhan gedung.

"Sekarang intinya kita fokus untuk menyelamatkan para korban dulu, jangan sampai ada korban lainnya," ucap Yusri.

Yusri tak mau berspekulasi tentang adanya informasi dari seorang saksi yang menyebut gedung tersebut sudah miring sejak 2 tahun lalu. Menurutnya, saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan.

"Kita lihat dari hasil penyelidikan seperti apa, apakah adakah kelalaian dalam hal ini pemilik bangunan atau apanya nanti dari hasil penyelidikan dari tim," tambah Yusri.

 

7 dari 8 halaman

Periksa 5 Saksi

Polisi menyelidiki insiden gedung ambruk di Jalan Brigjen Katamso, Slipi, Palmerah, Jakarta Barat.

Polisi memeriksa lima orang sebagai saksi terkait ambruknya gedung berlantai empat yang digunakan sebagai minimarket itu.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya menuturkan, lima saksi yang sedang diperiksa terkait gedung ambruk merupakan karyawan minimarket.

"Untuk saksi karyawan sedang proses pemeriksaan. Ada lima orang," kata Arsya saat dikonfirmasi, Jakarta.

Namun polisi belum bisa memeriksa penyewa maupun pemilik gedung tersebut. Sebab, kedua pihak tersebut sedang berada di luar kota.

"Masih di luar kota," ucap Arsya singkat.

8 dari 8 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: