Sukses

Bersama PEP Bandung, Malang ITT Jaring Calon Pekerja Profesional

 

Liputan6.com, Jakarta Ada sekitar 20 booth yang ikut memeriahkan acara Malang Investment Trade and Tourism Expo (Malang ITT). Acara yang digelar ketiga kalinya ini, diselenggarakan di Malang Town Square, pada Kamis (21/11).

Selain dimeriahkan oleh Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung, acara itu juga menghadirkan pameran dari kabupaten di Indonesia yaitu Bima, Bandung Barat, Kepulauan Riau, Kediri, Sukamara, Cirebon, Pandeglang, dan Lebak. Ada pula beberapa kota, seperti Depok dan Malang sebagai tuan rumah.

Direktur PT Pancawira Kreasindo yang juga Ketua Penyelenggara Malang ITT, Budi Satria mengatakan pameran tersebut dapat menjadi media mempromosikan potensi produk daerah. Selain itu, bisa juga menstimulasi arus investasi, baik domestik maupun dari mancanegara.

Pada kesempatan yang sama, Sekertaris Dinas Perdagangan Kota Malang, Prihatin Wilujeng menilai pemilihan Malang sebagai kota penyelenggara sangat tepat. Pasalnya, Malang memiliki 46 perguruan tinggi hingga pusat kuliner.

 

Alhasil, ekonomi kreatif bisa tumbuh dengan pesat. Lantaran Malang juga memiliki destinasi menarik, mulai dari wisata belanja hingga wisata pantai, membuka peluang bergeraknya peluang bisnis.

"Harapan kami, dengan pelaksanaan pameran ini bisa menghasilkan transaksi besar dan jejaring pemasaran yang luas dan berkelanjutan," kata Prihatin di Malang Town Square, Kamis (21/11).

Keikutasertaan PEP Bandung di acara ini bertujuan agar dapat menginformasikan keberadaannya di bawah naungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Satu-satunya poltek di Indonesia yang memiliki banyak keunggulan.

Diantaranya Program Magang selama satu tahun di Perusahaan Pertambangan, Sertifikat yang sesuai dengan program studi dan kebutuhan industri, serta beasiswa dari Kementerian ESDM bagi mahasiswa yang berprestasi.

Harapannya, dengan keikutsertaan PEP dalam Malang ITT ini dapat kian memperkenalkan lembaga pendidikan ini guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil ahli madya dan siap kerja di subsektor geologi, mineral, dan batubara dalam maupun luar negeri. 

 

(*)